Thursday, August 20, 2026
HomeBisnisBI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Gejolak...

BI Tahan Suku Bunga 5,75 Persen, Fokus Jaga Rupiah di Tengah Gejolak Global

BATAMSTRAITS.COM, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 18-19 Agustus 2026. Suku bunga Deposit Facility tetap 4,75 persen dan Lending Facility 6,50 persen.

“Keputusan tersebut diambil di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi, terutama akibat berlanjutnya perang di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak dan komoditas dunia,” ujar Pejabat Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti.

BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi global tahun ini hanya sekitar 3 persen, sementara inflasi global masih tinggi sekitar 4,5 persen.

Bagi masyarakat, salah satu perhatian utama BI saat ini adalah menjaga nilai Rupiah agar tidak semakin tertekan. Pada 18 Agustus 2026, Rupiah berada di level Rp17.855 per dolar AS, menguat 0,78 persen dibandingkan akhir Juli.

Untuk menjaga stabilitas Rupiah, BI memperkuat intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun NDF di pasar luar negeri. BI juga memperluas insentif lindung nilai untuk mendorong masuknya dana asing ke Indonesia.

BACA JUGA:   Dari Pekarangan Rumah, Ady Indra Pawennari Hasilkan Beras untuk Keluarga

Mulai minggu kedua September 2026, insentif tersebut diperluas. Sebelumnya hanya berlaku untuk investasi portofolio, kini juga mencakup pinjaman luar negeri oleh bank dan foreign direct investment (FDI) yang masuk sejak 1 Juli 2026.

Kebijakan ini menjadi penting karena tekanan dari luar negeri masih cukup besar. BI menyebut imbal hasil surat utang Pemerintah Amerika Serikat masih tinggi dan kebijakan suku bunga AS diperkirakan kembali mengetat pada triwulan IV 2026.

Meski menghadapi tekanan global, kondisi ekonomi domestik masih relatif kuat. Ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan, sementara BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2026 berada dalam kisaran 4,9-5,7 persen.

Dari sisi harga, kondisi inflasi juga masih terkendali. Inflasi Juli 2026 tercatat 2,88 persen, turun dari 3,34 persen pada bulan sebelumnya dan masih berada dalam sasaran BI sebesar 2,5±1 persen.

BI juga mencatat kredit perbankan terus meningkat. Pada Juli 2026, pertumbuhan kredit mencapai 13,58 persen, naik dari 12,67 persen pada Juni.

BACA JUGA:   Dishub Batam Tertibkan 176 Titik Parkir Tak Berizin Sepanjang 2024

Artinya, meski BI memilih menahan suku bunga, kebijakan yang ditempuh tidak semata-mata bertujuan menahan ekonomi. BI juga berupaya menjaga likuiditas perbankan agar kredit tetap mengalir ke sektor usaha dan masyarakat.

Dengan kondisi tersebut, arah kebijakan BI saat ini dapat diringkas sebagai upaya menjaga Rupiah dan inflasi, tetapi pada saat yang sama memastikan mesin kredit dan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan. (*/uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER