Sunday, May 31, 2026
HomeBatamGroundbreaking Rumah Qur’an BWI Batam, Biaya Pembangunan Capai Rp5 Miliar

Groundbreaking Rumah Qur’an BWI Batam, Biaya Pembangunan Capai Rp5 Miliar

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batam, Buralimar, menyampaikan bahwa pihaknya mulai melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Rumah Qur’an BWI Batam, Sabtu (22/11/2025).

Pembangunan ini dapat terlaksana berkat wakaf lahan dari Syamsul Paloh serta donasi yang telah terkumpul hingga saat ini sekitar Rp200 juta.

Menurut Buralimar, pembangunan perlu segera dimulai agar masyarakat melihat progres nyata dan semakin percaya untuk berwakaf.

“Kalau kita simpan-simpan, orang tidak tahu kapan rumah wakaf itu dibangun. Jadi kita bangun dulu, mudah-mudahan dapat tapaknya dulu dan orang semakin percaya. Sehingga orang-orang terpancing untuk berwakaf,” ujarnya.

Rumah Qur’an tersebut direncanakan berbentuk bangunan tiga lantai ditambah dak di bagian atas. Area atap nantinya difungsikan sebagai tempat duduk santai.

Total biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Dengan ukuran lahan 15 x 22 meter, bangunan yang bisa dimanfaatkan berukuran 13 x 16 meter sehingga tetap nyaman dan dapat diakses dari berbagai sisi.

Jika dijadikan ruko, kata dia, lahan tersebut bisa menampung hingga tiga unit ruko, karena memiliki ukuran bangunan 5 meter ke belakang hingga 22 meter.

BACA JUGA:   Tanggapi Keluhan Masyarakat, BP Batam Tinjau Distribusi Air Bersih di Wilayah Bengkong Harapan II

Status tanah saat ini berada pada hak pengelolaan hingga tahun 2056. Meski ada beberapa kendala, BWI Batam berupaya memastikan kebermanfaatannya tetap berkelanjutan.

“Kita akan akali, aktif pendiriannya tetap dibuat oleh KUA sampai kapan pun. Kita juga akan usulkan kepada BP Batam agar aset keagamaan bisa selamanya dan bebas UWT. Tanah itu akan terus ada dengan harga tanah segitu dan tidak boleh diapa-apakan,” tutur Buralimar.

Rumah Qur’an BWI Batam dirancang untuk menampung 25 hingga ratusan anak jika seluruh lantai difungsikan. Namun untuk tahap awal, lantai dasar akan digunakan sebagai area usaha, misalnya usaha sembako guna menopang operasional Rumah Qur’an.

Lantai dua difungsikan sebagai ruang belajar. Sedangkan lantai tiga akan dijadikan asrama yang pada tahap awal hanya mampu menampung sekitar 10 anak.

Buralimar optimistis pembangunan dapat mencapai target apabila mendapat dukungan dari masyarakat, pemerintah, DPRD, hingga pihak swasta. BWI juga berencana melakukan sosialisasi lebih masif, termasuk mengusulkan Wali Kota Batam menerbitkan surat edaran tentang wakaf.

BACA JUGA:   Sekda Batam Hadiri Launching Buku Praktik Baik APEXSI, Dukung Pembiayaan Inovatif untuk Pembangunan

Ia menyebutkan masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa wakaf bukan hanya berbentuk tanah, rumah, atau kendaraan, tetapi dapat berupa uang. Sistem wakaf uang dinilai lebih fleksibel dan mudah diakses.

“Biasanya wakaf uang disimpan di bank, bunganya untuk wakaf. Tapi kalau lewat uang sekarang, bisa dikumpulkan setiap bulan untuk bangun. Jadi masyarakat lebih percaya. Saya yakin banyak yang bantu,” ujarnya.

Target pembangunan Rumah Qur’an ditetapkan satu tahun secara optimis, atau paling lambat tiga tahun hingga 2028, selama masa kepengurusan BWI Batam saat ini. Setelah selesai dibangun, bangunan akan diserahkan kepada nazir. Nazir kemudian berkewajiban memberikan laporan secara berkala.

“Nazir itu ada tiga: organisasi, perorangan, dan badan hukum. Kita buat laporan terus di website BWI biar transparan,” tambahnya.

Buralimar juga menegaskan bahwa keberadaan Rumah Qur’an BWI berbeda dengan rumah tahfiz di bawah Kemenag maupun yayasan. Rumah Qur’an ini menjadi aset wakaf yang berada langsung di bawah pengelolaan BWI. Masyarakat umum dapat belajar di sana, dengan prioritas bagi warga kurang mampu.

BACA JUGA:   Bahas UMP, Apindo Pertanyakan Dasar Pemerintah Tetapkan Kenaikan Upah 6,5 Persen

“Asrama kita sediakan, tapi tidak bisa banyak-banyak, palingan 10 orang. Saya berharap bisa bertambah ke depan,” ujarnya.

Ia berharap pemahaman masyarakat terhadap wakaf semakin luas, tidak hanya sebatas zakat dan infak, sehingga pembangunan Rumah Qur’an bisa menjadi pemantik semangat berwakaf di Batam. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER