Tuesday, June 23, 2026
HomeInternasionalLiburan ke Mersing Belum Lengkap Tanpa Oleh-Oleh Legendaris Keropok Haji Puteh

Liburan ke Mersing Belum Lengkap Tanpa Oleh-Oleh Legendaris Keropok Haji Puteh

BATAMSTRAITS.COM, JOHOR – Liburan belum lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh. Selain untuk dinikmati bersama keluarga di rumah, buah tangan juga menjadi cara berbagi cerita perjalanan dengan tetangga, sahabat, dan kerabat terdekat.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Mersing, Johor, Malaysia, ada satu tempat yang wajib disinggahi sebelum pulang, yakni Keropok Haji Puteh. Pusat oleh-oleh legendaris ini menawarkan beragam kerupuk olahan hasil laut khas Mersing yang telah menjadi favorit wisatawan selama puluhan tahun.

Berlokasi di Jalan Makam, Kampung Mersing Kanan, Mersing, Johor, Malaysia, toko ini berdiri di kawasan pesisir yang menjadi pusat perdagangan oleh-oleh khas daerah tersebut. Sepanjang jalan, deretan toko sejenis berjejer, namun Keropok Haji Puteh menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi. Puluhan kendaraan terlihat parkir silih berganti, menandakan tingginya minat wisatawan untuk membawa pulang cita rasa khas Mersing.

Usaha keluarga ini telah bertahan sejak tahun 1970. Kini, pengelolaannya berada di tangan generasi ketiga, Halim, yang meneruskan warisan kuliner keluarganya.

BACA JUGA:   Johor Luncurkan Visit Johor 2026, Maskot Cuping dan Jucy Siap Sambut 12 Juta Wisatawan

“Yang pertama dulu atok (kakek) saya, turun ke bapak, Osman bin Haji Puteh dan sekarang saya. Dulu kami buat (produksi) hanya di rumah,” ujar Halim sambil menunjuk rumah orang tuanya yang berada tepat di seberang pusat oleh-oleh tersebut.

Tak hanya menjual aneka kerupuk ikan, Keropok Haji Puteh juga dikenal dengan produk lekornya yang menjadi buruan wisatawan. Lekor merupakan makanan tradisional Melayu berbahan dasar daging ikan yang dicampur tepung.

Sekilas, makanan ini mirip pempek di Indonesia karena proses pembuatannya hampir sama. Daging ikan yang telah digiling dicampur dengan tepung, kemudian direbus sebelum akhirnya digoreng hingga matang. Bedanya, lekor biasanya dinikmati dengan cocolan saus tomat.

Pengalaman menarik ditawarkan kepada pengunjung yang datang. Wisatawan dapat merasakan langsung proses pembuatan lekor di dapur produksi.

Kesempatan ini juga dirasakan oleh rombongan Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepulauan Riau yang mengikuti FamTrip bersama media Johor dan Gaya Travel Magazine atas undangan Tourism Johor.

Di ruang produksi, para peserta diajak menyaksikan bagaimana adonan ikan diolah hingga menjadi lekor siap santap. Bahkan, mereka berkesempatan mencoba membuatnya secara langsung.

BACA JUGA:   Presiden FAM Soal Pakai Pemain Naturalisasi: Malaysia Tertinggal Jauh

Menurut Halim, setiap hari pihaknya memproduksi sekitar 450 kilogram lekor. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dibutuhkan sekitar 150 kilogram ikan selayang dan 300 kilogram tepung tapioka atau ubi kayu.

Produksi tersebut dikerjakan oleh 10 karyawan yang setiap hari menjaga kualitas rasa dan tradisi yang telah diwariskan selama lebih dari setengah abad.

Bagi wisatawan yang ingin mencicipi, harga lekor pun cukup terjangkau. Satu batang lekor dijual seharga 1 ringgit Malaysia, sedangkan untuk kemasan satu kilogram dibanderol 12 ringgit Malaysia.

Lebih dari sekadar pusat oleh-oleh, Keropok Haji Puteh menjadi bukti bagaimana usaha keluarga mampu bertahan lintas generasi dengan menjaga cita rasa tradisional. Dari sebuah dapur rumah sederhana pada tahun 1970, kini nama Keropok Haji Puteh telah menjadi salah satu ikon kuliner yang selalu diburu wisatawan saat singgah di Mersing. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER