Sunday, May 31, 2026
HomeBatamGroundbreaking Wakaf Rumah Qur’an: Wali Kota dan MUI Sepakat Dorong Kebangkitan Wakaf

Groundbreaking Wakaf Rumah Qur’an: Wali Kota dan MUI Sepakat Dorong Kebangkitan Wakaf

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batam resmi menggelar Groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Rumah Qur’an di Jalan Mc.Dermot No. 2, Tiban Indah, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Prosesi ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad.

Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan apresiasi kepada BWI Batam serta ucapan terima kasih kepada wakif, Syamsul Paloh, yang telah mewakafkan lahan untuk pembangunan Rumah Qur’an tersebut. Ia menilai hadirnya fasilitas pendidikan Qur’an ini akan memperkuat identitas Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang religius dan berkarakter.

“Dengan adanya Rumah Qur’an ini, semakin banyak anak-anak yang dapat belajar dan mendalami Al-Qur’an. Di Batam setiap kegiatan keagamaan selalu mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Seperti Batam Bershalawat terakhir, yang dihadiri hampir tujuh ribu orang,” kata Amsakar.

Ia menegaskan, kegiatan keagamaan akan selalu sukses besar selama jauh dari kontaminasi politik. Menurutnya, Batam memiliki banyak rumah tahfiz yang melahirkan qori-qoriah, hafiz dan hafizah yang kompeten.

“Kami akan dukung ya Pak Bur (Ketua BWI Batam) Saat ini kolaborasi dan energi harus dibangun agar percepatan pertumbuhan Batam dapat terwujud, baik secara intelektual, emosional maupun spiritual,” ujarnya.

BACA JUGA:   Batam Sumbang Peningkatan Sales Toyota di 2024, TAM Bertamu ke BP Batam

Hadir dalam acara tersebut Baznas Kota Batam, MUI Kota Batam, Anggota DPRD Kepri Musofa, Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Guntur Sakti dan lain sebagainya.

Ditempat yang sama, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Batam, KH. Luqman Rifai, berharap BWI Batam dapat terus berkembang dan mampu menggerakkan potensi wakaf di kota ini.

Ia menyebutkan bahwa aset wakaf, baik berupa tanah maupun wakaf tunai, sangat dibutuhkan untuk mendukung kemajuan pendidikan Islam.

“Rumah Qur’an ini dibangun bertahap. Tanahnya merupakan wakaf dari Bapak Syamsul Paloh, sementara pembangunan gedungnya menggunakan dana wakaf tunai. Ini adalah kontribusi BWI dalam menghadirkan pusat pendidikan Al-Qur’an di Kota Batam,” kata Rifai.

Batam, KH. Luqman Rifai, berharap BWI Batam dapat terus berkembang dan mampu menggerakkan potensi wakaf di kota ini. (uly)
Batam, KH. Luqman Rifai, berharap BWI Batam dapat terus berkembang dan mampu menggerakkan potensi wakaf di kota ini. (uly)

Ia menambahkan, pendidikan Al-Qur’an di Batam sangat beragam dan terus tumbuh. Mulai dari Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) untuk anak-anak yang baru belajar membaca, Rumah Tahfiz Al-Qur’an (RTQ) bagi penghafal Qur’an, hingga lembaga pengembangan Musabaqah Tilawatil Qur’an yang menyiapkan generasi tilawah terbaik.

Ia berharap BWI Batam mampu menjadi motor penggerak kebangkitan wakaf di Batam.

BACA JUGA:   Pemko Batam dan Stakeholder Kolaborasi Kendalikan Harga Bahan Pokok, Siap Hadapi Nataru dan Ramadan

“Memang sulit mencari lahan untuk properti, namun wakaf bisa juga dalam bentuk tunai. Dana wakaf ini bernilai jangka panjang, berbeda dengan zakat yang sifatnya jangka pendek. Wakaf dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, sosial, hingga pengembangan ekonomi umat,” katanya.

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kota Batam, Buralimar, mengatakan pembangunan ini dapat terlaksana berkat wakaf lahan dari Syamsul Paloh serta donasi yang telah terkumpul hingga saat ini sekitar Rp 200 juta.

Menurut Buralimar, pembangunan perlu segera dimulai agar masyarakat melihat progres nyata dan semakin percaya untuk berwakaf.

“Kalau kita simpan-simpan, orang tidak tahu kapan rumah wakaf itu dibangun. Jadi kita bangun dulu, mudah-mudahan dapat tapaknya dulu dan orang semakin percaya. Sehingga orang-orang terpancing untuk berwakaf,” ujarnya.

Rumah Qur’an tersebut direncanakan berbentuk bangunan tiga lantai ditambah dak di bagian atas. Area atap nantinya difungsikan sebagai tempat duduk santai.

Total biaya pembangunan diperkirakan mencapai Rp5 miliar. Dengan ukuran lahan 15 x 22 meter, bangunan yang bisa dimanfaatkan berukuran 13 x 16 meter sehingga tetap nyaman dan dapat diakses dari berbagai sisi.

Jika dijadikan ruko, kata dia, lahan tersebut bisa menampung hingga tiga unit ruko, karena memiliki ukuran bangunan 5 meter ke belakang hingga 22 meter.

BACA JUGA:   Nonton Bareng Film Lafran, Sekda Batam Ajak Generasi Muda Batam Teladani Semangat Lafran Pane

Status tanah saat ini berada pada hak pengelolaan hingga tahun 2056. Meski ada beberapa kendala, BWI Batam berupaya memastikan kebermanfaatannya tetap berkelanjutan.

“Kita akan akali, aktif pendiriannya tetap dibuat oleh KUA sampai kapan pun. Kita juga akan usulkan kepada BP Batam agar aset keagamaan bisa selamanya dan bebas UWT. Tanah itu akan terus ada dengan harga tanah segitu dan tidak boleh diapa-apakan,” tutur Buralimar.

Rumah Qur’an BWI Batam dirancang untuk menampung 25 hingga ratusan anak jika seluruh lantai difungsikan. Namun untuk tahap awal, lantai dasar akan digunakan sebagai area usaha, misalnya usaha sembako guna menopang operasional Rumah Qur’an.

Lantai dua difungsikan sebagai ruang belajar. Sedangkan lantai tiga akan dijadikan asrama yang pada tahap awal hanya mampu menampung sekitar 10 anak.

Buralimar optimistis pembangunan dapat mencapai target apabila mendapat dukungan dari masyarakat, pemerintah, DPRD, hingga pihak swasta. BWI juga berencana melakukan sosialisasi lebih masif, termasuk mengusulkan Wali Kota Batam menerbitkan surat edaran tentang wakaf. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER