BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di Provinsi Kepulauan Riau. Industri ini memberikan dampak yang luas, tidak hanya bagi dunia usaha dan pemerintah, tetapi juga bagi masyarakat karena mampu menggerakkan berbagai sektor pendukung.
Mulai dari akomodasi, jasa makanan dan minuman, transportasi laut, darat dan udara, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk usaha suvenir, hiburan, dan berbagai jasa lainnya.
Kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian Kepulauan Riau juga sangat signifikan. Selain menjadi penyumbang devisa negara, sektor ini memberikan kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Saat ini, Kepulauan Riau menempati peringkat ketiga sebagai daerah penyumbang kunjungan wisatawan mancanegara terbesar di Indonesia.
Sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang menjadikan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan sebagai program prioritas, pembangunan sektor ini juga diarahkan pada penguatan peran masyarakat, peningkatan kualitas infrastruktur, serta aksesibilitas yang nyaman bagi wisatawan.
Melihat pentingnya pembangunan sektor pariwisata tersebut, Dewan Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau yang dipimpin Ketua Umum Ir. Mustava, ST, MM bergerak setelah resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie di Aula Kantor Gubernur Kepulauan Riau pada 16 Juni 2026 lalu.
Sebagai langkah awal, pada Rabu (8/7/2026), Kadin Kepri melalui Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata menggelar pertemuan bersama seluruh ketua asosiasi pariwisata di Provinsi Kepulauan Riau. Pertemuan yang berlangsung di Graha Kadin Kepri tersebut menjadi forum strategis untuk menyatukan persepsi sekaligus membahas berbagai persoalan aktual yang dihadapi industri pariwisata daerah.
“KADIN sebagai induk dunia usaha perlu hadir dan menyikapi perkembangan pariwisata di Kepri ini,” ujar Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata KADIN Kepri, Edi R. Surbakti, usai memimpin rapat.
Menurut Edi, Kadin ingin memastikan sektor pariwisata Kepulauan Riau terus berkembang secara berkelanjutan, berkesinambungan, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan, baik mancanegara maupun wisatawan nusantara.
“Kita ingin pariwisata di Kepulauan Riau ini terus dikembangkan, berkelanjutan, berkesinambungan dan memberikan layanan yang prima bagi wisatawan, mulai sejak mereka berangkat dari daerah asal, tiba di Kepulauan Riau, menginap, menikmati berbagai aktivitas wisata hingga kembali ke daerah asal dengan membawa kesan dan kenangan yang baik,” katanya.
Ia menambahkan, industri pariwisata harus mampu memberikan dampak ekonomi yang luas karena merupakan sektor yang menghidupkan banyak bidang usaha.
“Kita ingin pariwisata ini mampu memberikan dampak ekonomi, menjadi industri yang menghidupkan banyak sektor, dan ini harus kita jaga bersama,” imbuhnya.
Pertemuan berlangsung santai namun komunikatif dengan dihadiri jajaran pengurus KADIN Kepri Bidang Pariwisata, para ketua dan pengurus asosiasi pariwisata, di antaranya ASITA, ASPPI, ASTINDO, IPI, PUTRI, serta para pelaku dan penggiat pariwisata di Kepulauan Riau.
Dalam forum tersebut, sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama. Salah satunya maraknya agen perjalanan wisata freelance yang diduga belum memiliki izin usaha sehingga dinilai perlu penataan melalui regulasi dan tata niaga yang lebih jelas.
Selain itu, peserta rapat juga membahas perlunya penataan fasilitas layanan drop off dan pick up bagi rombongan wisatawan di bandara maupun pelabuhan internasional dan domestik di wilayah Kepulauan Riau agar lebih tertata dan memberikan kenyamanan bagi wisatawan.
Isu lainnya yang turut menjadi perhatian adalah masih tingginya harga tiket ferry internasional, usulan agar seluruh pintu masuk internasional di Kepulauan Riau dilengkapi layanan Visa on Arrival (VOA) maupun skema Free Visa, serta perlunya revitalisasi dan pembentukan Badan Pariwisata Provinsi maupun Badan Pariwisata di setiap kabupaten dan kota.
Sebagai bentuk komitmen memperkuat sektor pariwisata, KADIN Kepulauan Riau juga telah menetapkan jajaran pengurus Bidang Pariwisata yang dikukuhkan bersamaan dengan pengurus KADIN Kepri lainnya pada 16 Juni 2026 di Aula Kantor Gubernur Kepulauan Riau oleh Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie.
Adapun susunan pengurus Bidang Pariwisata KADIN Kepulauan Riau sebagai berikut:
1. Edi R. Surbakti – Wakil Ketua Umum Bidang Pariwisata.
2. Enly Yunaeni, S.E., M.M. – Ketua Komite Tetap Bidang MICE.
3. Mariati Gea, S.E., CHT – Ketua Komite Tetap Bidang Hotel dan Restoran.
4. Andi Xie – Ketua Komite Tetap Bidang Perjalanan Wisata (Inbound).
5. Doly Hasibuan – Ketua Komite Tetap Bidang Perjalanan Wisata (Outbound).
6. Sapril Sembiring – Ketua Komite Tetap Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata.
7. Segara Arif Laksamana – Ketua Komite Tetap Bidang Pramuwisata.
Melalui sinergi antara KADIN, pemerintah, asosiasi, dan seluruh pelaku industri, diharapkan pariwisata Kepulauan Riau semakin berkualitas, berkelanjutan, berdaya saing, serta mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat dan daerah. (uly)










