BATAMSTRAITS.COM, JOHOR – Perairan Johor menyimpan pesona bahari yang tak kalah memikat dibandingkan Kepulauan Riau.
Kawasan Mersing yang memiliki 97 gugusan pulau, dengan 13 pulau di antaranya telah dikomersialkan sebagai destinasi wisata.
Menawarkan pengalaman island hopping yang memadukan keindahan alam, konservasi lingkungan, hingga resort eksklusif berkelas internasional.
Kesempatan menikmati pesona tersebut dirasakan Forum Jurnalis Pariwisata (FJP) Kepri yang mengikuti program jelajah pulau atau island hopping ke tiga pulau unggulan Mersing, yakni Pulau Tengah, Pulau Hujung, dan Pulau Besar.
Pulau pertama yang disinggahi adalah Pulau Tengah. Sejak kapal mendekati bibir pantai, hamparan laut dengan tiga gradasi warna langsung menyambut pengunjung, mulai dari hijau, toska, hingga bening bak kristal di tepian pantai.

Keindahan itu semakin sempurna dengan pasir putih bertekstur lembut yang nyaman dipijak serta kontur pantai berbatu yang mempercantik lanskap pulau.
Namun, daya tarik Pulau Tengah bukan hanya terletak pada panorama alamnya. Pulau ini juga menjadi rumah bagi Tunku Abdul Jalil Conservation Center, pusat konservasi penyu yang berperan penting dalam menjaga keberlangsungan satwa laut langka di perairan Johor.

Di pusat konservasi tersebut, para calon ilmuwan biologi dari Malaysia maupun berbagai negara seperti Perancis, Uni Emirat Arab (UAE), dan negara lainnya bekerja secara sukarela sebagai volunteer dan konservator.
“Ada lima volunteers dan satu in charge,” ujar In Charge Staff Tunku Abdul Jalil Conservation Pulau Tengah, Auni, kepada peserta famtrip bersama Gaya Travel dan Kementerian Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia (MoTAC), Sabtu (20/6/2026).
Menurut Auni, konservasi ini berfokus pada perlindungan penyu hijau dan penyu sisik yang saat ini berstatus terancam punah di Malaysia.
“Telur penyu itu sangat sensitif. Kami harus ekstra hati-hati memindahkan mak penyu (induk penyu) ke lokasi penangkaran yang aman sampai berhasil dierami dan ditetaskan menjadi tukik. Nah setelah menjadi tukik, kami lepas liarkan ke lautlah,” ungkapnya.
Selain melakukan konservasi penyu, para volunteer juga aktif melakukan pemetaan terumbu karang dan pembersihan pukat yang berpotensi merusak ekosistem laut di sejumlah wilayah perairan Mersing.
“Setiap pelancong ke sini, tak hanya menikmati wisata resort atau snorkeling saja, tapi juga mereka sekaligus mendapat edukasi mengenai ragam hayati laut Johor. Kami beri jugalah pelajaran interaktif mengenai kelestarian lingkungan berkelanjutan,” jelas Auni.
Sebagai bentuk komitmen menjaga kelestarian alam, seluruh wisatawan yang berkunjung ke Pulau Tengah juga tidak diperbolehkan membuang sampah jenis apa pun di kawasan pulau.
Dari kawasan konservasi, perjalanan berlanjut menuju Batu-Batu Resort yang berada di Pulau Tengah. Setibanya di lokasi, mata pengunjung dimanjakan dengan rombongan ikan-ikan kecil di bibir pantai.
Bahkan pengunjung juga sempat melihat Bayi Hiu yang berenang mendekati batu-batuan yang tak jah dari bibir pantai. Perjalanan menuju ressort, mata dimanjakan dengan lingkungan yang hijau asri dan ikan-ikan.

Resort eksklusif ini menawarkan pengalaman menginap yang menyatu dengan alam melalui 22 unit villa yang terdiri dari kategori Jungle View, Sea View, Ocean View, dan Full View.
“Di sini kami menyajikan paket tiga hari dua malam dengan harga termurah RM1.700 untuk Jungle View,” ujar Admin Executive Batu-Batu Resort, Norisah.


Bagi wisatawan yang menginginkan layanan lengkap mulai dari penjemputan, akomodasi, hingga makan pagi, siang, dan malam, tersedia paket premium dengan harga sekitar RM3.000.
“Sebagian besar tamu kita dari Singapura, Eropa khususnya Perancis, dan juga warga Malaysia sendirilah. Khusus lokal kami beri diskon 20 persen,” jelas Norisah.
Jelajah pulau kemudian dilanjutkan ke Pulau Hujung dan Pulau Besar yang dikenal sebagai dua lokasi snorkeling terbaik di kawasan Mersing.

Perairannya yang jernih memungkinkan wisatawan menikmati keindahan terumbu karang dan beragam spesies ikan tropis dari jarak dekat.
“Di perairan ini, kita bisa melihat terumbu karang dan aneka jenis ikan dari jarak dekat,” ujar Sekretaris Asosiasi Pariwisata Mersing, Ahmad Firdaus Shaik Omar.
Menariknya, wisatawan memiliki beberapa pilihan aktivitas snorkeling. Selain dapat langsung menikmati snorkeling dari bibir pantai pulau, pengunjung juga bisa memilih snorkeling di tengah laut dengan menggunakan kapal cepat atau speedboat.
Kombinasi antara pulau tropis yang masih alami, program konservasi yang aktif, fasilitas resort berkelas, serta keindahan bawah laut menjadikan Mersing sebagai salah satu destinasi bahari unggulan Johor yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisatawan, khususnya pecinta wisata pulau dan laut. (uly)










