Monday, July 15, 2024
HomeInternasionalGempa M 7,5 Guncang Jepang sampai Hamas Tolak Pasukan Asing di Gaza

Gempa M 7,5 Guncang Jepang sampai Hamas Tolak Pasukan Asing di Gaza

BATAMSTRAITS.COM, Jakarta — Agresi Israel ke Jalur Gaza Palestina hingga gempa bumi dahsyat magnitudo 7,5 mengguncang Jepang menjadi sorotan berita internasional pada Senin (1/1).

Berikut kilas berita internasional:

Tsunami 40 cm-1,2 M Terjadi di Tiga Tempat usai Gempa Guncang Japan

Tsunami dengan ketinggian 40 cm hingga 1,2 meter dilaporkan telah terjadi di tiga wilayah di Jepang usai gempa magnitudo 7,4, Senin (1/1).

Dilansir dari NHK, tiga wilayah yang diterjang tsunami itu adalah Kota Wajima di Prefektur Ishikawa, Kota Toyama di Prefektur Toyama dan di Kota Kashiwazaki di Prefektur Niigata.

NHK menyebut tsunami di Wajima tiba pukul 16.21 waktu setempat. Warga di Wajima memang dari awal sudah diminta mengungsi secepat mungkin usai gempa.

[Gambas:Video CNN]

Siap Perang, Kim Jong Un Tegaskan Tak Sudi Lagi Dialog dengan Korsel

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan tidak sudi lagi berdialog dengan negara tetangga Korea Selatan.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan oleh kantor berita Korut, KCNA, Jong-un sekaligus menutup kans wacana reunifikasi antara Korut dengan Korsel.

BACA JUGA:   Israel Ungkap Progres Nego dengan Hamas soal Gencatan Senjata-Sandera

“Ini bagi kita untuk menyadari kenyataan dan menetapkan hubungan kita dengan pihak Selatan,” ujar Jong-un dalam pidatonya, seperti diberitakan oleh CNN, Minggu (31/12).

Pemimpin Hamas Tolak Pasukan Internasional di Gaza, Kecuali 1 Syarat

Kelompok Hamas hanya menerima kedatangan pasukan internasional di Gaza dengan satu syarat utama.

Salah satu pemimpin senior Hamas, Osama Hamdan, mengatakan kepada Anadolu, Sabtu (30/12) bahwa pasukan internasional yang datang di Gaza usai gencatan senjata harus memiliki tendensi untuk “memerdekakan Palestina dan mengakhiri okupasi.”

“Jika pasukan internasional ingin membebaskan Palestina dan mengakhiri okupasi, mereka dipersilakan,” ujar Osama Hamdan kepada outlet berita pemerintah Turki tersebut.

sumber: CNN Indonesia.COM

spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER