BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Kota (Pemko) Batam resmi meluncurkan 19 armada Bus Trans Batam (BTB) baru di Dataran Engku Puteri, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (26/5/2026).
Peluncuran ini menandai langkah besar Batam menuju kota modern dengan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan serba digital.
Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita dan tepung tawar. Sebelumnya dilakukan penekanan tombol sirine dimulainya pembayaran dengan QRIS Tap.

Mewakili Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Leo Putra, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Suhar mengatakan bahwa ke depan, layanan Trans Batam akan terus dikembangkan secara terintegrasi. Rute akan diperluas hingga masuk ke wilayah Bengkong dan Sungai Panas, serta optimalisasi koridor Nongsa-Batam Center.
Pihaknya tengah berkoordinasi dan memohon dukungan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub agar Trans Batam bisa segera masuk melayani Bandara Internasional Hang Nadim dalam waktu dekat.
Dalam kata sambutannya, Suhar mengatakan jumlah penumpang harian Trans Batam saat ini mencapai angka 6.000-an orang perhari, dengan komposisi 70% penumpang umum dan 30% penumpang pelajar.

Di bawah kepemimpinan Wali Kota Amsakar Ahmad dan Wakil Wali Kota Li Claudia, Pemko Batam menetapkan target Renjana Pengembangan pada 5 tahun pertama, antara lain, mengembangkan jaringan dari 9 koridor utama menjadi 10 koridor utama, membuka 10 trayek feeder (pengumpan).
Selanjutnya memperpanjang jam operasional bus menjadi lebih pagi, yaitu mulai pukul 05.30 WIB hingga 22.00 WIB. Dan memangkas waktu tunggu (headway) menjadi hanya 10–20 menit.
Untuk merealisasikan target tersebut, total armada yang dibutuhkan adalah 19 unit bus medium, 22 unit bus besar, dan 50 unit bus kecil untuk feeder. Selain itu, dibutuhkan pula 16 unit stasiun bus halte interchange dan 220 unit halte standar.
Diakuinya total armada yang tersedia baru menyentuh angka 52 unit (termasuk pengadaan tahun 2024 sebanyak 22 unit bus medium, tahun 2025 sebanyak 13 unit, dan tahun 2026 sebanyak 19 unit yang di-launching hari ini).
Sementara untuk halte, saat ini tersedia 120 unit, di mana sebagian dibangun melalui skema kerja sama dengan badan usaha seperti Jasa Raharja, Grand Mall, K-Square Mall, dan Pandu Mall.
Bayar Tinggal Tempel HP: Inovasi ‘QRIS Tap’ dari Bank Indonesia
Bersamaan dengan peluncuran armada baru yang akan resmi beroperasi per 1 Juni 2026 mendatang, Pemko Batam bersama Bank Indonesia (BI) juga meluncurkan metode pembayaran cashless terbaru: QRIS Tap (QRIS Tap).
Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Roni, menjelaskan bahwa fitur ini menyempurnakan sistem QRIS scan (pindai kamera) yang sebelumnya sudah 100% diterapkan di Trans Batam.
Kini, penumpang yang memiliki smartphone dengan fitur NFC cukup menempelkan (tap) perangkat mereka ke alat yang tersedia di dalam bus tanpa perlu membuka kamera.
“Digitalisasi ini bukan sekadar kemajuan teknologi, tapi instrumen penting bagi masyarakat dan UMKM untuk masuk ke ekosistem digital demi pemerataan ekonomi,” ujar Roni. Ia menambahkan, pembayaran nontunai memastikan uang langsung masuk ke sistem perbankan saat itu juga, sehingga mempercepat perputaran ekonomi dibanding uang tunai yang mengendap di laci atau brankas.
BI mencatat performa luar biasa di mana pada tahun 2025, masyarakat Kepri (mayoritas di Batam) telah bertransaksi hampir 100 juta kali menggunakan QRIS dengan nilai mencapai Rp11,5 triliun. Menariknya, 97% merchant penyedia QRIS tersebut adalah sektor UMKM. QRIS juga berfungsi sebagai credit scoring yang memudahkan UMKM mendapatkan akses pembiayaan dari perbankan (Cepat, Mudah, Murah, Aman/CeMuMuAh).
Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, Kota Batam saat ini menduduki peringkat kelima tertinggi dalam scoring digitalisasi daerah untuk kategori kota se-Sumatera. Ke depan, BI berkomitmen mendorong QRIS di sektor unggulan (transportasi, perdagangan, pariwisata, pajak, dan retribusi seperti PBB dan Pajak Kendaraan Bermotor).
BI juga berencana menghadirkan program promo diskon tarif Trans Batam bagi pengguna QRIS serta meluncurkan program “QRIS Jelajah Indonesia” yang menyasar potensi wisata dari turis Singapura.
Ditempat yang sama, Plh Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdako Batam, Yusfa Hendri, menegaskan bahwa ciri kota modern adalah kemudahan akses angkutan umum. Saat ini, jalur Trans Batam dirancang strategis menghubungkan pelabuhan ke pusat bisnis (port to port dan port to business).
Shelter bus telah terintegrasi di depan Pelabuhan Domestik Sekupang, Pelabuhan Internasional Batam Center, hingga Pelabuhan Domestik Telaga Punggur (akses dari Tanjungpinang/Tanjung Uban), yang langsung terkoneksi ke kawasan Central Business District (CBD) di Nagoya dan sekitarnya.
Yusfa juga membeberkan bahwa 19 bus baru ini diadopsi menggunakan sistem PTS (Pay the Service). Melalui skema ini, pengadaan kendaraan dilakukan oleh mitra swasta, dan Pemko Batam akan membayar jasa layanan sesuai kriteria yang ditetapkan. Sistem ini dinilai membuat pelayanan transportasi umum di Batam melangkah satu tingkat lebih maju.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemko Batam. Di tengah situasi geopolitik, ekonomi, dan finansial global yang sedang tidak baik-baik saja, Batam dinilai berani berinvestasi pada transportasi umum langkah yang kerap dihindari pemda lain karena hitungan bisnis murni yang dinilai kurang menguntungkan.
“Transportasi publik membuka aksesibilitas dan menekan angka kemiskinan. Hasil survei BPS menunjukkan bahwa biaya transportasi menghabiskan 24 persen dari anggaran kebutuhan rumah tangga. Kehadiran Trans Batam adalah solusi nyata untuk menghemat biaya hidup warga sekaligus menekan biaya fiskal akibat kemacetan,” kata Aan.
Ia menyebutkan, kerugian akibat kemacetan di lima kota besar di Indonesia mencapai Rp77 triliun.
Kemenhub saat ini memiliki rencana jangka panjang 25 tahun untuk mendukung angkutan umum massal di 20 kota di Indonesia.
“Hebatnya, Batam belum dibiayai oleh pusat tapi sudah mampu membiayai dirinya sendiri (mandiri), jadi kami sangat mengapresiasi hal ini,” tutur Aan.
Ia juga berterima kasih kepada Bank Indonesia atas penerapan teknologi QRIS yang mampu mencegah kebocoran pendapatan daerah.
Sebagai informasi, untuk mendukung akses pendidikan, tarif Trans Batam bagi pelajar dipatok sangat murah, yakni Rp2.000 saja, karena mendapatkan subsidi penuh dari pemerintah.
Acara kemudian dilanjutkan dengan permohonan arahan dari PLH Wali Kota Batam dan Dirjen Perhubungan Darat untuk secara resmi membuka pengoperasian 19 armada bus baru serta peluncuran sistem pembayaran QRIS Tap. (uly)









