BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Sebanyak 504 keluarga calon transmigran asal Batam mulai mengikuti pelatihan pemberdayaan yang digelar Kementerian Transmigrasi (Kementrans).
Program ini menjadi langkah awal bagi para peserta untuk membangun kehidupan baru di Kawasan Transmigrasi Tanjung Banun, Pulau Galang, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan nasional.
Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kementerian Transmigrasi, Teguh Hermawan, mengatakan pelatihan ini bukan sekadar pembekalan teknis, tetapi juga proses membangun semangat dan kebersamaan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Kami ingin para calon transmigran memahami bahwa program ini bukan hanya tentang perpindahan tempat tinggal, melainkan perjalanan menuju kemandirian dan kesejahteraan,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Kegiatan dibuka secara resmi di Batalyon Infanteri Marinir Barelang, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan lapangan di kawasan Rempang Eco City, Tanjung Banun, pada 4–10 November 2025.
Program ini melibatkan empat balai pelatihan dari Banjarmasin dan Lampung, bersama PPSDM Kementrans serta pemerintah daerah setempat.
Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi langkah Kementerian Transmigrasi menjadikan Batam sebagai titik awal pelatihan nasional tahun ini.
“Ini kebijakan yang menyejahterakan. Kami ingin seluruh peserta sungguh-sungguh mengikuti pelatihan ini. Tanjung Banun adalah tanah harapan yang akan membuka masa depan baru bagi keluarga-keluarga Batam,” kata Amsakar.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Politik dan Hukum Kementerian Transmigrasi, Prima Idwan Mariza, menegaskan bahwa transmigrasi merupakan bagian dari pembangunan peradaban bangsa.
“Transmigrasi melahirkan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Hari ini kita menanam fondasi untuk mencetak calon transmigran yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing,” ujarnya. (uly)







