Monday, December 8, 2025
HomeBatamPelatihan Calon Transmigran di Batam Tekankan Teknologi, Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi

Pelatihan Calon Transmigran di Batam Tekankan Teknologi, Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Staf Ahli Menteri Bidang Politik dan Hukum, Prima Idwan Mariza, secara resmi membuka kegiatan Pelatihan Calon Transmigran bertema “Kick Off Pelatihan Calon Transmigran” di Batalyon Infanteri 10 Marinir Satria Bhumi Yudha (SBY) Barelang, Batam, Senin (3/11/2025).

Prima mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyiapkan para calon transmigran yang tangguh, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan pembangunan wilayah baru dengan pendekatan teknologi modern.

“Kita memiliki empat balai pelatihan, dan program ini tidak dilakukan asal-asalan. Kita ingin teknologi benar-benar bermanfaat bagi calon transmigran. Pengolahan tanah ke depan bukan secara konvensional, tetapi dengan teknologi modern,” ujarnya.

Prima mencontohkan sejumlah inovasi yang sudah diterapkan di Balai Yogyakarta, seperti pemanfaatan teknologi pengembangbiakan sapi, pengolahan limbah ternak, hingga percepatan pematangan buah tanpa merusak kualitasnya.

Empat balai pelatihan yang dilibatkan antara lain berasal dari Pekanbaru, Yogyakarta, Bali, dan Banjarmasin. Seluruh balai tersebut akan memberikan pembekalan teknis dan nonteknis kepada calon transmigran.

“Pak Menteri ingin program transmigrasi ini tidak berhenti setelah mereka pulang. Mereka harus punya bekal kuat, baik mental maupun keterampilan. Karena itu, pelatihan juga akan melibatkan unsur militer agar disiplin dan mental para peserta terbentuk dengan baik,” jelasnya.

BACA JUGA:   Upaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi di Atas 8 Persen 2025 Mendatang, Kadin Batam Gelar FGD

Prima menambahkan, Kementerian saat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, peningkatan ekonomi, dan keutuhan NKRI.

“Kita sedang menyiapkan transmigran yang tangguh, bukan yang bermental lemah. Fokus Pak Menteri tahun ini adalah peningkatan SDM baik mental, fisik, maupun kemampuan teknologi. Tahun 2026 nanti kita akan menerapkan hasil ekspedisi transmigrasi untuk menentukan potensi lahan dan arah hilirisasi yang tepat,” lanjutnya.

Selain itu, Kementerian juga menyiapkan 1.000 beasiswa S2 dan S3 di universitas-universitas ternama yang bekerja sama dengan perguruan tinggi lokal. Para penerima beasiswa ini nantinya akan menempuh studi di wilayah transmigrasi masing-masing, dengan dukungan pendanaan dari negara.

Prima memastikan, kegiatan pelatihan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia, dan Batam dipilih sebagai lokasi pembuka karena perhatian khusus dari Wali Kota Batam terhadap program transmigrasi.

Dalam konteks lokal Batam, pelatihan ini akan menyesuaikan potensi wilayah seperti perikanan modern dan pengelolaan sumber daya laut. Pemerintah juga menyiapkan dukungan digitalisasi agar pelatihan berbasis teknologi bisa berjalan optimal, bahkan di daerah hinterland yang memiliki keterbatasan akses internet.

BACA JUGA:   Terima Kunker Pemkab Purworejo, Jefridin Paparkan Peningkatan Investasi dan Penaganan Konflik Sosial di Batam

“Kami membawa staf khusus menteri bidang digitalisasi untuk memastikan teknologi bisa menjangkau peserta di seluruh wilayah,” kata Prima.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengapresiasi pelaksanaan pelatihan ini. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi prakondisi penting bagi calon transmigran agar memiliki kesiapan mental, keterampilan, dan keahlian sebelum menetap di lokasi baru.

“Kegiatan hari ini adalah prakondisi agar calon transmigran memiliki kesiapan dan kecakapan. Dengan empat balai yang menjadi narasumber, saya yakin pasca pembekalan mereka akan lebih matang,” ujar Amsakar.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program transmigrasi bergantung pada proses yang benar sejak awal.

“Kalau inputnya benar, prosesnya benar, insyaallah outputnya juga akan benar. Kami dari Pemerintah Kota Batam menyambut baik dan siap mendukung agar program ini berhasil,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Keluarga Besar Rempang Eco City, Samsudin Bujur, menyampaikan bahwa warga terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) telah berpartisipasi aktif dalam program transmigrasi lokal ini.

“Warga yang sudah pindah ke Rempang berjumlah 236 kepala keluarga (KK) dari total 504 KK. Rumah yang sudah siap ditempati ada 238 unit, dan sisanya masih dalam tahap pembangunan,” ungkap Samsudin.

BACA JUGA:   Senator DPD RI Dwi Ajeng Sekar Respaty Dorong Percepatan Pembiayaan Koperasi Merah Putih Duriangkang oleh BRI

Ia menegaskan bahwa masyarakat mendukung penuh program pemerintah ini.

“Kami setuju dan mendukung program transmigrasi lokal ini. Semua warga dari Rempang Eco City mengikuti kegiatan pelatihan hari ini,” katanya.

Samsudin menambahkan, pelatihan yang diberikan mencakup berbagai sektor seperti UMKM, pertanian, dan perikanan. Pelatihan ini dirancang agar setelah masa pembinaan satu tahun, masyarakat dapat mandiri secara ekonomi.

“Setiap keluarga dilibatkan. Biasanya suami ikut pelatihan pertanian atau perikanan, sementara istri mengikuti pelatihan UMKM. Anak-anak yang sudah usia kerja juga ikut dilibatkan,” ujarnya. (uly)

spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER