BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menargetkan hingga akhir 2025 sebanyak 100 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kepri siap berorientasi pasar ekspor.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kepri, Riki Rionaldi mengatakan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sekitar 114 ribu UMKM di Kepri.
Pihaknya berencana merapikan data ini dalam sistem data tunggal terintegrasi di bawah Kementerian Koperasi dan UKM.
“Belum lagi nanti ada kekuatan baru melalui dukungan dana Koperasi Merah Putih, yang di dalamnya juga akan menaungi UMKM termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG),” katanya.
Ia juga turut mengapresiasi daya tahan dan kreativitas pelaku UMKM di daerah ini. Mulai dari pembaharuan kemasan, kualitas produk hingga ke proses pemasarannya.
“UMKM Kepri hebat karena sudah melalui capacity building. Di tengah tantangan dan hambatan, mereka tetap bisa bertumbuh dan meraih cuan,” ujar Riki, Kamis (11/9/2025).
Riki mencontohkan UMKM Banamia, salah satu UMKM yang berani memindahkan pabriknya ke Jawa Timur untuk memperkuat pasar nasional, tanpa mengubah formula, bahan baku, dan merek produknya.
“Pasar ekspor mereka tetap eksis di Kepri, sementara pasar nasional makin diperluas. Kalau ingin berhasil, UMKM harus terus berinovasi,” katanya.
Menurut Riki berbagai tantangan perizinan bisa diatasi sendiri. Salah satunya pengalaman UMKM membuat mereka punya trik.
“Bahkan melampaui birokrasi itu sendiri,” katanya. (uly)







