Monday, May 25, 2026
HomeBatamAmsakar: Batam Siap Jadi Motor Ekonomi Nasional dari Barat Indonesia

Amsakar: Batam Siap Jadi Motor Ekonomi Nasional dari Barat Indonesia

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pekan Pengembangan Ekspor 2025 menjadi panggung bagi Batam untuk memantapkan diri sebagai magnet investasi di kawasan barat Indonesia.

Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah strategis memperkuat daya saing Batam di kancah perdagangan dan investasi nasional.

“Pekan Perdagangan Ekspor ini adalah wujud nyata komitmen kita menjadikan Batam sebagai pusat investasi yang ramah, cepat, dan pasti,” ujar Amsakar saat membuka acara Pekan Pengembangan Ekspor di Gedung Balairungsari BP Batam, Kamis (14/8/2025).

Amsakar mengungkapkan, dukungan pemerintah pusat melalui PP Nomor 25 Tahun 2025 dan PP Nomor 28 Tahun 2020 menjadi insentif penting bagi investor. BP Batam sendiri terus melakukan terobosan, termasuk percepatan layanan perizinan.

“Hari ini saja ada 16 perizinan yang diproses. Delapan selesai, empat masih berjalan, dan empat tidak bisa dilanjutkan. Semua saya pantau langsung setiap hari,” tegasnya.

Ia mencontohkan percepatan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang dulunya memakan waktu enam bulan hingga setahun, kini bisa rampung dalam enam hingga delapan bulan.

BACA JUGA:   BP Batam Perkuat Hubungan Kemitraan dengan Konjen Singapura

Data BKPM menunjukkan Batam menjadi daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Kepri. Pada triwulan pertama, investasi tumbuh 6,8 persen, lalu hampir menyentuh 8 persen pada triwulan kedua.
Amsakar optimistis, pada 2029 pertumbuhan ekonomi Batam bisa menembus 9,5 persen.

“Dari pusat hingga daerah, kita semua bertanggung jawab memastikan setiap kebijakan diarahkan untuk memperkuat ekonomi dan investasi,” katanya.

Berdasarkan data BPS, nilai perdagangan Batam pada 2024 mencapai Rp16 miliar, naik dari Rp14,6 miliar pada 2003. Singapura dan Amerika Serikat menjadi dua tujuan ekspor utama.

Amsakar menegaskan, dengan sinergi regulasi dan percepatan perizinan, Batam siap bukan hanya sebagai pusat ekspor, tetapi juga motor penggerak ekonomi nasional di barat Indonesia.

Acara ini turut dihadiri para pelaku usaha kecil dan menengah dari berbagai sektor. Dibuka langsung oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso.

Kemendag Fasilitasi 8.000 UMKM, Transaksi Tembus Rp1,4 Triliun

Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menembus pasar ekspor. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, Kemendag telah memfasilitasi lebih dari 8.000 UMKM dengan nilai transaksi mencapai Rp1,4 triliun.

BACA JUGA:   IKP Kepri Masuk Kategori Rawan Sedang

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso, mengatakan sebagian besar UMKM masih berfokus pada pasar lokal, bahkan 70 persen belum pernah melakukan ekspor. Padahal, permintaan luar negeri terus meningkat.

“Banyak UMKM yang kaget ketika produknya diminati pembeli luar negeri, tetapi tidak siap memenuhi permintaan. Karena itu, kami rutin mengadakan pelatihan untuk memperbaiki desain, kualitas, dan daya saing produk,” ujar Budi di BP Batam, Kamis (14/8/2025).

Kemendag juga menugaskan perwakilan di berbagai negara untuk mendampingi UMKM, termasuk membantu komunikasi lintas bahasa.

“Kalau ada pembeli dari Taiwan, China, atau negara Arab, jangan khawatir. Perwakilan kami siap membantu menerjemahkan,” kata Budi.

Selain fokus pada pasar ekspor, pemerintah juga menggandeng ritel modern untuk memberi ruang lebih luas bagi produk lokal di dalam negeri.

“Kalau produk sudah bisa masuk ritel modern, jalannya ke pasar ekspor akan lebih terbuka,” kata Budi.

Budi menegaskan pemerintah telah menyelesaikan berbagai perjanjian dagang internasional untuk membuka pasar baru bagi eksportir Indonesia.

BACA JUGA:   BP Batam Pastikan PSN Rempang Eco City Berjalan Dengan Baik

Perjanjian dengan Kanada dan Jepang telah rampung., Perundingan dengan negara-negara di sekitar Rusia ditargetkan selesai tahun ini.

Akses perdagangan dengan Uni Eropa juga telah terbuka, memberikan tarif bea masuk mendekati 0 persen.

“Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Jangan sampai pemerintah sudah membuka jalan, tapi pelaku usaha tidak memaksimalkan peluang,” tegas Budi.

Kemendag bahkan membuka kesempatan magang bagi mahasiswa dan putra-putri daerah untuk belajar mencari pembeli (buyer) di pasar internasional.

“Untuk kampus dan juga pemerintah daerah bisa mengirimkan putra putri daerah kekantor kita mengikuti magang, kita siapkan ruangan dan pendampingan, tetapi untuk fasilitas kami tidak tanggung,” katanya.

Ia juga mengatakan Kemendag turun langsung ke desa-desa dan kecamatan, mendata produk UMKM, memperbaiki kemasannya lalu memasarkannya

Menurut Budi, langkah ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen, salah satunya melalui peningkatan ekspor.

“Kalau kita bisa memanfaatkan semua perjanjian dagang, tarif bea masuk ke banyak negara akan mendekati nol. Ini peluang emas yang tidak boleh terlewat,” kata Budi. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER