Friday, May 1, 2026
HomeBatamKemendag Buka Jalan Ekspor, UMKM Harus Siap Menangkap Peluang

Kemendag Buka Jalan Ekspor, UMKM Harus Siap Menangkap Peluang

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah memastikan jalan menuju pasar global kian terbuka lebar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia. Berbagai perjanjian dagang internasional yang memberikan tarif bea masuk mendekati nol persen telah dirampungkan, namun kesiapan pelaku usaha dinilai masih menjadi tantangan.

Menteri Perdagangan RI, Budi Santoso, mengungkapkan 70 persen UMKM Indonesia belum pernah melakukan ekspor. Meski permintaan luar negeri terus meningkat.

“Banyak UMKM yang kaget ketika produknya diminati pembeli luar negeri, tetapi tidak siap memenuhi permintaan,” ujar Budi saat berada di Kota Batam, Provinsi Kepri, Kamis (14/8/2025).

Untuk itu, Kemendag gencar mengadakan pelatihan peningkatan kualitas, desain, dan daya saing produk. Perwakilan perdagangan di berbagai negara juga disiapkan membantu komunikasi lintas bahasa.

“Kalau ada pembeli dari Taiwan, China, atau negara Arab, jangan khawatir. Perwakilan kami siap membantu menerjemahkan,” jelasnya.

Selain memfasilitasi ekspor, Kemendag bekerja sama dengan ritel modern di dalam negeri untuk membuka jalur distribusi yang lebih luas.

“Kalau produk sudah bisa masuk ritel modern, jalannya ke pasar ekspor akan lebih terbuka,” kata Budi.

BACA JUGA:   Batam Jadi Kawasan Prioritas Pengawasan Satgas Impor Ilegal

Budi menegaskan perjanjian dagang dengan Kanada dan Jepang telah selesai, sementara perundingan dengan negara-negara sekitar Rusia ditargetkan rampung tahun ini. Akses perdagangan dengan Uni Eropa pun sudah terbuka. Ia mendorong pelaku usaha memanfaatkan peluang ini.

“Jangan sampai pemerintah sudah membuka jalan, tapi pelaku usaha tidak memaksimalkan peluang,” tegasnya.

Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Kemendag juga mengajak kampus dan pemerintah daerah mengirimkan putra-putri daerah untuk magang di kantor Kemendag, mempelajari strategi mencari pembeli internasional.

“Kami juga turun langsung ke desa-desa, mendata produk UMKM, memperbaiki kemasannya, lalu memasarkan,” ujarnya.

Menurut Budi, upaya ini sejalan dengan program Presiden Prabowo Subianto mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen, dengan peningkatan ekspor sebagai salah satu pilar utamanya. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER