Monday, April 13, 2026
HomeBatamBI Kepri Dorong UMKM Naik Kelas lewat Kurma 2026, Ekosistem Halal hingga...

BI Kepri Dorong UMKM Naik Kelas lewat Kurma 2026, Ekosistem Halal hingga QRIS Jadi Fokus

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Gelaran Kepulauan Riau Ramadhan Fair (Kurma) 2026 kembali menjadi panggung penguatan ekonomi syariah sekaligus akselerasi digitalisasi UMKM di Kepulauan Riau.

Kegiatan yang berlangsung pada 2–8 Maret 2026 di One Batam Mall ini secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Rabu (4/3/2026).

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, event tahunan ini tidak sekadar menghadirkan bazar Ramadan, tetapi juga menjadi wadah sinergi berbagai pihak untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan Kurma menjadi momentum penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi daerah yang tinggi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Menurutnya, ekonomi Kepri saat ini mencatat pertumbuhan 7,8 persen, tertinggi ketiga secara nasional, dengan tingkat inflasi yang tetap terjaga.

“Kepri tidak mudah, banyak tantangan. Tapi kita mampu tumbuh tinggi. Pertumbuhan ini harus makin merata dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam penyelenggaraan Kurma 2026, BI Kepri menargetkan penguatan ekosistem produk halal sebagai prioritas utama.

BACA JUGA:   Bawaslu Kepri Susun Indeks Kerawanan Pemilu

Upaya ini dilakukan dengan mendorong pelaku UMKM wastra dan makanan olahan untuk memperoleh sertifikasi halal sehingga produk lokal memiliki daya saing lebih luas di pasar.

Selain itu, BI Kepri juga mendorong keberadaan juru sembelih halal (juleha) bagi pelaku usaha makanan untuk memastikan proses produksi memenuhi standar halal secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga transaksi.

Penguatan ekonomi syariah juga didorong melalui digitalisasi sistem pembayaran. BI Kepri mencatat sepanjang 2025 transaksi QRIS di Kepulauan Riau mencapai Rp11,5 triliun, yang menunjukkan meningkatnya adopsi pembayaran digital di masyarakat.

Pada 2026, BI akan memperluas program “meng-QRIS-kan” pasar tradisional di berbagai wilayah Kepri.

Program ini melanjutkan keberhasilan implementasi QRIS di masjid yang telah dilakukan pada 2025.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat inklusi keuangan sekaligus meningkatkan efisiensi transaksi bagi pelaku UMKM.

Selain aspek produksi dan transaksi, peningkatan literasi ekonomi syariah juga menjadi fokus penting.

BI Kepri mendorong masyarakat untuk lebih memahami produk dan layanan keuangan syariah, termasuk aspek perlindungan konsumen.

BACA JUGA:   4 STS Crane Baru Tingkatkan Kapasitas Pelabuhan ke 900.000 TEUs

Dengan literasi yang lebih baik, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu menjadi pelaku ekonomi yang lebih cerdas dan produktif.

Rony menilai potensi ekonomi syariah di Kepri sangat besar, terutama melalui sinergi dengan sektor industri dan UMKM, khususnya pada industri makanan yang berkembang pesat di Batam sebagai salah satu motor investasi daerah.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menegaskan Kurma tidak hanya menjadi kegiatan seremonial Ramadan.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperkuat sistem ekonomi dan keuangan syariah di Kepulauan Riau.

“UMKM harus semakin tangguh. Mari kita perkuat ketahanan ekonomi Kepri agar semakin makmur dan merata,” ujarnya.

Selama sepekan pelaksanaan, Kurma 2026 menghadirkan berbagai kegiatan, di antaranya business matching UMKM syariah, bazar Ramadan produk halal seperti wastra dan makanan olahan, layanan sertifikasi halal, sosialisasi ZISWAF, festival fashion show, bedah buku, seminar ekonomi syariah, hingga berbagai kompetisi Islami.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, industri, dan pelaku UMKM, Kepulauan Riau optimistis pertumbuhan ekonomi pada 2026 dapat tetap terjaga sekaligus semakin inklusif dan berkelanjutan. (uly)

BACA JUGA:   Gelar Ramadan Charity, ASITA Kepri Buka Puasa Bersama serta Santuni Ratusan Anak Panti Asuhan
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER