Thursday, June 4, 2026
HomeBatamBP Batam Catat Realisasi Investasi Batam Sepanjang Triwulan I Tahun 2025 Capai...

BP Batam Catat Realisasi Investasi Batam Sepanjang Triwulan I Tahun 2025 Capai Rp 8,61 Triliun

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Selama triwulan I tahun 2025, Batam mampu menarik realisasi investasi sebesar Rp 8,61 triliun atau setara dengan US$ 491,8 juta jika memperhitungkan kurs Jisdor.

Demikian hal ini diungkapkan oleh Plt Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Badan Pengusahaan (BP) Batam Ariastuty Sirait.

Ia mengatakan nilai Rp 8,61 triliun tersebut baru 14,4% dari target. Dimana BP Batam menargetkan sebesar Rp 60 triliun.

“Sementara itu untuk target kota Batam sendiri, nilai Rp 8,61 triliun baru 23,3% dari target 2025 sebesar Rp 36,9 triliun,” katanya di Batam, Senin (26/5/2025).

Nilai investasi triwulan I/2025 tersebut terbagi atas realisasi investasi Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 5,9 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 2,7 triliun.

“Pertumbuhan realisasi investasi PMA sebesar 2,9%, sedangkan PMDN meningkat drastis sebesar 58,5% dari triwulan sebelumnya,” ujarnya.

Mengenai sektor penyumbang investasi, maka saat ini sektor jasa lainnya menempati peringkat pertama dengan kontribusi Rp 2,2 triliun dari 564 proyek.

BACA JUGA:   Tren PMI Jadi Judi Online dan Scammer, Romo Paschal : Pemerintah Dinilai Lalai

Selanjutnya industri manufaktur yang terdiri dari mesin, elektronik, instrumen, kedokteran, peralatan listrik, presisi, optik dan jam berkontribusi sebesar Rp 1,5 triliun dari 276 proyek.

Kemudian industri properti, yang terdiri dari perumahan, kawasan industri dan perkantoran, yang berkontribusi sebesar Rp 729 miliar dari 339 proyek.

Lalu ada sektor perdagangan dan reparasi dengan kontribusi realisasi investasi sebesar Rp 710 miliar dari 1.655 proyek.

Dan terakhir ada industri kimia dan farmasi dengan capaian realisasi investasi Rp 658 miliar dari 74 proyek.

“Untuk negara penyumbang realisasi investasi terbesar masih ditempati Singapura dengan US$ 220 juta,” ungkapnya.

Selanjutnya Malaysia (US$ 40 juta), China (US$ 27 juta), Taiwan (US$ 22 juta) dan Hongkong (US$ 15 juta). (*/uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER