Sunday, August 2, 2026
HomeBatamAmsakar Ungkap Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi Merah Putih

Amsakar Ungkap Perbedaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Terintegrasi Merah Putih

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad memaparkan perbedaan antara Sekolah Rakyat Merah Putih dan Sekolah Terintegrasi Merah Putih.

Ia mengatakan, Sekolah Rakyat Merah Putih merupakan sekolah yang terbuka bagi seluruh anak tanpa mempertimbangkan kualifikasi maupun kompetensi tertentu.

“Ini berbeda dengan Sekolah Merah Putih. Sekolah Merah Putih adalah sekolah yang semua anak bisa mendapatkan kesempatan masuk. Tidak ada pertimbangan kualifikasi atau kompetensi,” katanya usai acara Rempang Ceria, Minggu (2/8/2026).

Sementara itu, Sekolah Terintegrasi Merah Putih diperuntukkan bagi peserta didik yang memiliki kapasitas intelektual dan prestasi di atas rata-rata. Karena itu, proses penerimaan siswa dilakukan melalui uji kompetensi dengan sejumlah kriteria yang telah ditetapkan.

“Sekolah Terintegrasi Merah Putih diperuntukkan bagi mereka yang memang memiliki bobot, memiliki kapasitas intelektual yang berbeda atau nilai kesehariannya di atas rata-rata. Kekhususannya juga memberikan penguatan pada aspek kesehatan dan pengembangan anak,” jelasnya.

Amsakar kembali menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami perbedaan kedua konsep sekolah tersebut. Menurutnya, Sekolah Merah Putih merupakan sekolah yang dapat diakses seluruh siswa, sedangkan Sekolah Terintegrasi Merah Putih memiliki sistem seleksi karena dirancang sebagai sekolah dengan pendekatan pendidikan khusus.

BACA JUGA:   Sekda Jefridin Berikan Satyalancana Karya Satya, Apresiasi Pengabdian ASN di Lingkungan Pemko Batam

“Jadi saya ingin mengatakan, sekolah yang biasa itu namanya Sekolah Merah Putih. Sekolah yang akan kita bangun ini namanya Sekolah Terintegrasi Merah Putih. Sekolah Merah Putih semua bisa masuk dan memiliki kesempatan di berbagai sekolah yang ada. Sedangkan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, untuk masuk perlu dilakukan uji kompetensi terhadap anak-anak karena ada kriteria-kriteria yang harus dipenuhi,” ujar Pria kelahiran 1 Agustus ini.

Selain itu, ia juga menegaskan tenaga pengajar di Sekolah Terintegrasi Merah Putih akan direkrut secara khusus untuk memastikan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

Menurut Amsakar, dalam kurun waktu sekitar dua hingga tiga tahun ke depan, BP Batam melihat adanya kebutuhan tenaga pendidik dengan kompetensi dan kapasitas yang sesuai dengan konsep sekolah yang akan dibangun.

“Kompetensi tenaga pengajarnya akan kita lakukan rekrutmen tersendiri. Sepanjang dua hingga tiga tahun ke depan, kalau dilihat dari ketersediaan tenaga pendidik, sepertinya memang kami membutuhkan tenaga pendidik khusus. Karena itu nanti akan kita laksanakan rekrutmen tersendiri. Orang-orang yang memiliki kompetensi dan kapasitas itulah yang nantinya akan menjadi tenaga pengajar di sekolah tersebut,” ujar Amsakar. (uly)

BACA JUGA:   KPU Batam Musnahkan 5.418 Surat Suara Rusak H-1 Sebelum Pilkada
spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER