BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pecinta olahraga padel kini memiliki destinasi baru di Kota Batam. Ministry of Padel resmi membuka fasilitas olahraga sekaligus pusat gaya hidup (lifestyle hub) yang berlokasi di Jalan Muara Takus, Kampung Seraya, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Mengusung konsep lifestyle center, Ministry of Padel tidak hanya menyediakan lapangan untuk berolahraga, tetapi juga menghadirkan ruang berkumpul bagi berbagai komunitas melalui beragam kegiatan dan fasilitas pendukung.
Asisten Direktur Ministry of Padel, Edu Salim, mengatakan konsep tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar bermain padel.
“Konsep yang kami bangun adalah lifestyle center atau lifestyle hub. Medianya memang padel, tetapi ke depannya kami juga akan menghadirkan berbagai kegiatan komunitas. Selain itu ada kafe yang akan menjadi social center untuk berbagai event,” ujar Edu, Senin (3/8/2026).

Saat ini, Ministry of Padel menghadirkan empat lapangan padel yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang, mulai dari sauna, cold plunge, hot plunge, hingga Bru Cafe and Bar yang terbuka untuk umum.
Menurut Edu, fasilitas recovery menjadi salah satu nilai tambah yang ditawarkan. Tren olahraga saat ini, kata dia, tidak hanya berfokus pada kebugaran, tetapi juga pada kenyamanan dan pemulihan tubuh setelah beraktivitas.

“Kami melihat sekarang orang berolahraga bukan hanya untuk kesehatan, tetapi juga mencari tempat yang nyaman dan fasilitas recovery. Karena itu kami menyediakan sauna, cold plunge, dan hot plunge agar pemain bisa memulihkan kondisi tubuh setelah berolahraga,” jelasnya.
Tidak hanya diperuntukkan bagi pemain padel, Bru Cafe and Bar juga dapat dinikmati masyarakat umum.
“Kafe ini terbuka untuk siapa saja. Mau datang hanya untuk ngopi boleh, atau hanya bermain padel juga boleh. Tidak ada keharusan bermain terlebih dahulu,” katanya.
Untuk tarif sewa lapangan, Ministry of Padel menerapkan dua kategori harga. Pada jam non-peak pukul 06.00–15.59 WIB, tarif sewa dibanderol Rp250 ribu per jam. Sementara pada peak hour pukul 16.00–24.00 WIB, termasuk akhir pekan, tarif menjadi Rp350 ribu per jam.
Setiap lapangan idealnya digunakan oleh enam orang dalam satu sesi sehingga pemain dapat bergantian bermain dan beristirahat. Pengunjung juga dapat menyewa raket seharga Rp35 ribu per sesi serta bola padel Rp25 ribu.
Ministry of Padel akan mulai melayani pemesanan untuk umum pada 11 Agustus dengan jam operasional setiap hari mulai pukul 06.00 hingga 24.00 WIB.
Menyambut pembukaan tersebut, manajemen menghadirkan sejumlah promo menarik. Mulai 3 hingga 6 Agustus, masyarakat dapat melakukan deposit booking dengan tarif khusus Rp200 ribu per jam. Selain itu tersedia paket pembelian 50 jam bermain dengan potongan harga 10 persen, serta paket 100 jam bermain dengan diskon 20 persen.

Edu menambahkan, Ministry of Padel memiliki sejumlah keunggulan yang membedakannya dengan fasilitas sejenis di Batam. Salah satunya adalah penggunaan super panoramic court, lapangan berteknologi kaca tanpa sambungan baut yang lebih aman sekaligus menghasilkan pantulan bola yang lebih optimal.
Selain itu, sistem sirkulasi udara di area lapangan dirancang secara khusus agar pemain tetap merasa nyaman meski bermain pada siang hari.
“Kami benar-benar memperhatikan air flow di area lapangan. Bermain saat tengah hari tetap terasa nyaman karena sirkulasi udara sudah kami siapkan dengan baik dan didukung kipas berukuran besar,” ujarnya.
Ministry of Padel merupakan cabang pertama di Batam sekaligus proyek perdana perusahaan untuk fasilitas olahraga padel. Sementara untuk bisnis kafe, kehadiran Bru Cafe and Bar di Batam menjadi gerai ketiga, setelah dua outlet sebelumnya beroperasi di Jakarta.
Dengan perpaduan fasilitas olahraga modern, area recovery premium, ruang komunitas, serta kafe yang nyaman, Ministry of Padel hadir sebagai destinasi baru bagi masyarakat Batam yang ingin berolahraga, bersantai, hingga membangun jejaring dalam satu lokasi. (uly)










