Thursday, September 17, 2026
HomeBisnisDigitalisasi Pembayaran di Kepri Melesat, 681.770 Merchant Telah Gunakan QRIS

Digitalisasi Pembayaran di Kepri Melesat, 681.770 Merchant Telah Gunakan QRIS

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) terus menunjukkan pertumbuhan tinggi. Hingga Juli 2026, nilai transaksi QRIS di wilayah tersebut telah mencapai Rp9,94 triliun atau sekitar 72 persen dari capaian yang ditargetkan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Rony Widijarto Purubaskoro, mengatakan pertumbuhan QRIS masih konsisten tinggi, baik dari sisi volume maupun nilai transaksi.

Hal tersebut disampaikan Rony dalam kegiatan Bincang Bareng Media (BBM) Kantor Perwakilan BI Provinsi Kepri, Selasa (15/9/2026).

“Kalau dari data statistik, sampai Juli sudah mencapai 72 persen. Kita masih punya lima bulan sisa,” kata Rony, Kamis (17/9/2026).

Dari sisi nilai transaksi, capaian hingga Juli 2026 sebesar Rp9,94 triliun tersebut sudah mendekati total transaksi sepanjang 2025 yang berada di kisaran Rp11,5 triliun.

Menurut Rony, capaian tersebut menunjukkan penggunaan pembayaran digital oleh masyarakat Kepri masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar hingga akhir tahun.

“Artinya, masyarakat termasuk profil perkembangan untuk transaksi ini masih konsisten tinggi,” ujarnya.

Pertumbuhan QRIS juga terlihat dari semakin luasnya ekosistem merchant yang menerima pembayaran digital. Hingga Juli 2026, jumlah merchant QRIS di Kepri telah mencapai sekitar 681.770 merchant.

BACA JUGA:   HUT ke-3, Hotel Santika Batam Sajikan 1.118 Porsi Ikan Asam Pedas

Mayoritas merchant tersebut merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berdasarkan komposisinya, usaha mikro mendominasi sekitar 72 persen, sedangkan usaha kecil mencapai sekitar 19,8 persen.

Dengan komposisi tersebut, sebagian besar merchant QRIS di Kepri berasal dari kelompok usaha mikro dan kecil. Kondisi ini menunjukkan pembayaran digital semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi UMKM di daerah.

BI terus mendorong perluasan penggunaan QRIS, terutama di kalangan usaha mikro dan kecil. Kemudahan transaksi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan memperluas akses pembayaran digital.

Salah satu bentuk kemudahan yang diberikan adalah dari sisi biaya transaksi atau Merchant Discount Rate (MDR).

Rony menjelaskan, kebijakan MDR nol persen bagi transaksi tertentu memberikan ruang lebih besar bagi pelaku usaha untuk menggunakan QRIS tanpa terbebani biaya transaksi.

“Kita terus memberikan kemudahan. Dalam arti, QRIS terus disebarkan bagi usaha mikro,” katanya.

Ia menyebut, kebijakan MDR 0 persen sebelumnya berlaku untuk transaksi hingga Rp500.000 bagi usaha mikro.

BACA JUGA:   Sambut AHY dan Iftitah, Amsakar: Imlek Bukti Nyata Harmoni Batam

Kebijakan tersebut kemudian diperluas sehingga transaksi dengan nominal tertentu dapat menikmati MDR 0 persen sesuai klasifikasi merchant yang berlaku.

Kebijakan itu diharapkan semakin mendorong pelaku usaha mengadopsi pembayaran digital sekaligus memperluas ekosistem ekonomi digital di Kepri.

Transaksi Wisman Ikut Melonjak

Pertumbuhan QRIS di Kepri tidak hanya terjadi pada transaksi domestik. Penggunaan QRIS lintas negara atau cross border oleh wisatawan mancanegara (wisman) juga menunjukkan peningkatan signifikan.

Wisatawan asal Malaysia menjadi pengguna dengan volume transaksi terbesar. Hingga Juli 2026, transaksi QRIS cross border inbound dari pengguna Malaysia mencapai 345.795 transaksi, dengan nilai sekitar Rp121,06 miliar.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, volume transaksi tersebut meningkat 532 persen, sementara nominal transaksinya melonjak 636 persen.

Pertumbuhan tersebut melanjutkan tren peningkatan transaksi QRIS oleh pengguna Malaysia di Kepri. Pada 2024, tercatat 30.009 transaksi dengan nominal Rp7,86 miliar.
Jumlah itu kemudian meningkat menjadi 186.116 transaksi dengan nominal Rp55,38 miliar pada 2025.

“Transaksi QRIS cross border di Kepri menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun,” ujar Rony.

BACA JUGA:   Tiga Perwira Polresta Barelang Terbukti Jual Barang Bukti Sabu, Kompolnas Minta Transparansi Penanganan Kasus

Selain Malaysia, wisatawan asal Singapura juga semakin aktif menggunakan QRIS selama berada di Kepri. Hingga Juli 2026, transaksi QRIS cross border inbound pengguna Singapura mencapai 41.121 transaksi dengan nominal Rp16,50 miliar.

Secara tahunan, volume transaksi pengguna Singapura tersebut tumbuh 259 persen, sedangkan nominal transaksinya meningkat 304 persen. Penggunaan QRIS cross border juga tercatat dari wisatawan sejumlah negara lainnya.

Transaksi pengguna Thailand hingga Juli 2026 mencapai 1.522 transaksi dengan nominal Rp145,85 juta. Sementara itu, transaksi pengguna China yang tercatat sejak Mei hingga Juli 2026 mencapai 72.670 transaksi dengan nilai Rp32,20 miliar.

Adapun transaksi pengguna asal Korea Selatan yang mulai tercatat sejak April 2026 mencapai 90 transaksi dengan nominal Rp31,46 juta hingga Juli.

Menurut Rony, peningkatan transaksi dari berbagai negara tersebut menunjukkan QRIS semakin digunakan sebagai sarana pembayaran oleh wisatawan asing ketika melakukan berbagai aktivitas ekonomi selama berada di Kepri.

“Pertumbuhan transaksi tersebut menunjukkan QRIS semakin digunakan sebagai sarana pembayaran bagi wisatawan asing ketika melakukan berbagai aktivitas ekonomi di Kepri,” ujarnya. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER