Monday, April 20, 2026
HomeBatamAmsakar Sebut Pemerintah Siapkan Lahan dan Infrastruktur, Tanjung Banon Bidik Investasi

Amsakar Sebut Pemerintah Siapkan Lahan dan Infrastruktur, Tanjung Banon Bidik Investasi

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Kota Batam menempatkan aspek sosial dan komunikasi publik sebagai faktor kunci dalam pengembangan kawasan Tanjung Banon, yang kini diproyeksikan menjadi bagian dari pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Rempang dan Galang.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pembangunan Tanjung Banon tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga pada bagaimana kebijakan dapat diterima dan dipahami masyarakat secara menyeluruh.

“Kunci keberhasilan pembangunan ini adalah bagaimana kebijakan dapat ditransformasikan kepada masyarakat secara efektif, sehingga kondisi tetap kondusif dan mendapat dukungan bersama,” ujar Amsakar beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, pendekatan komunikasi yang diterapkan tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat agar merasa menjadi bagian dari proses pembangunan.

Tanjung Banon sendiri telah ditetapkan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui pengembangan Rempang Eco City. Kawasan ini dirancang terintegrasi dengan Batam sebagai pusat perdagangan, industri, pariwisata, alih kapal, dan logistik.

Menurut Amsakar, integrasi tersebut menjadi nilai utama karena memungkinkan Tanjung Banon berkembang tidak sebagai kawasan terpisah, melainkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi Batam yang lebih luas.

BACA JUGA:   Calon Haji Embarkasi Batam Masuk Asrama Haji

Dalam tahap awal, kawasan ini juga dipersiapkan untuk mendukung program transmigrasi. Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas bagi masyarakat, termasuk kepastian kepemilikan lahan seluas 500 meter persegi per keluarga, rumah layak huni, serta bantuan kebutuhan dasar.

Selain itu, fasilitas publik terintegrasi juga akan dibangun untuk memastikan kemudahan akses layanan bagi warga.

Namun demikian, pemerintah menyadari adanya tantangan dalam transformasi ekonomi masyarakat setempat yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petani.

Untuk sektor perikanan, pemerintah pusat akan membangun dermaga guna mendukung aktivitas nelayan, serta menyediakan fasilitas stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) agar distribusi energi tetap terjamin.

Di sektor pertanian, keterbatasan lahan akan diatasi melalui pengembangan konsep food estate, yang memungkinkan sistem pertanian lebih modern dan terintegrasi sehingga tetap produktif.

Amsakar optimistis bahwa kombinasi antara perencanaan matang, dukungan infrastruktur, serta keterlibatan masyarakat akan menjadikan Tanjung Banon sebagai kawasan strategis yang mampu menarik investasi.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam ekosistem ekonomi baru yang sedang dibangun,” katanya.

BACA JUGA:   Anniversary ke 7 Tahun, PLC Berkunjung ke Dapur CGV Sekaligus Nobar Transformers One

Dengan pendekatan tersebut, Tanjung Banon diharapkan tidak hanya menjadi lokasi relokasi atau transmigrasi, tetapi juga simbol transformasi ekonomi berbasis inklusivitas di Batam. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER