BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Job Fair Polibatam 2025 resmi digelar dengan nuansa berbeda. Tidak lagi antre panjang membawa map lamaran, pencari kerja kini cukup mendaftar secara daring melalui platform talentcerdas.id/jobfair.
Sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) langsung mencocokkan kandidat dengan lowongan yang tersedia, mempersingkat proses seleksi baik bagi pencari kerja maupun perusahaan.
Hingga Jumat (21/8/2025), jumlah pendaftar mencapai 5.490 orang. Dari total itu, 3.304 peserta telah terverifikasi, sementara 2.162 lainnya masih belum memenuhi syarat administrasi.
Menariknya, hanya 24 peserta yang merupakan alumni Polibatam. Fakta ini menunjukkan bahwa gaung Job Fair meluas ke masyarakat Batam dan Kepulauan Riau, bahkan di luar lingkungan kampus.
“Jumlah pendaftar yang terus naik membuktikan aplikasi ini bermanfaat. Kita bisa mengukur gap kompetensi dan tren karier dari 5.490 talent yang masuk. Ini luar biasa,” kata Kepala Disnakertrans Kepri, Diky Wijaya, saat meninjau persiapan melalui dashboard digital.
Meski hanya diikuti tujuh perusahaan, lowongan yang tersedia cukup beragam dengan 42 posisi jabatan. Perusahaan yang ikut antara lain PT Caterpillar Indonesia Batam, PT Terminal Elektronika Sekawan, PT Bank KB Bukopin Tbk, PT Pegatron Technology Indonesia, PT Prima Karya Sarana Sejahtera, PT Sat Nusapersada Tbk, dan Kawan Lama Group. Rata-rata lowongan mensyaratkan pendidikan minimal Diploma III, sejalan dengan program studi vokasi di Polibatam.
Jadwal wawancara langsung digelar pada 20–21 Agustus 2025, hanya sehari setelah pendaftaran ditutup. Dengan dukungan AI, proses seleksi menjadi lebih cepat, transparan, dan tepat sasaran.
Selain rekrutmen, Polibatam juga memanfaatkan momentum dengan menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama sejumlah lembaga vokasi di Batam. Tujuannya memperkuat sinergi pendidikan industri sekaligus mengembangkan aplikasi digital yang dapat memetakan kebutuhan tenaga kerja masa depan.
Menurut Suryadi, Kabid Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Kepri, platform ini akan diintegrasikan dengan Siap Kerja Kementerian Ketenagakerjaan agar terhubung ke Satu Data Ketenagakerjaan nasional.
“Integrasi ini akan membantu pemerintah daerah menyusun program pelatihan lebih presisi sekaligus memberi investor gambaran ketersediaan tenaga kerja,” jelasnya.
Disnakertrans Kepri menegaskan, seluruh Job Fair di daerah gratis tanpa pungutan biaya. Masyarakat diimbau waspada terhadap oknum yang mencoba memanfaatkan acara untuk penipuan.
Dengan tingkat pengangguran terbuka Batam yang masih relatif tinggi, pemerintah provinsi menargetkan Job Fair semacam ini digelar berkelanjutan.
Lebih dari sekadar ajang perekrutan, acara ini menjadi laboratorium kebijakan bagaimana digitalisasi dan AI mengubah cara pemerintah, perguruan tinggi, dan industri bekerja sama dalam penyerapan tenaga kerja. (*/uly)







