Sunday, May 31, 2026
HomeBatamDelapan Warga Binaan Rutan Batam Terima Remisi Khusus Waisak 2026

Delapan Warga Binaan Rutan Batam Terima Remisi Khusus Waisak 2026

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Delapan warga binaan beragama Buddha di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Batam menerima Remisi Khusus Hari Raya Waisak 2570 BE/2026 M, Minggu (31/5/2026).

Pengurangan masa pidana tersebut diberikan kepada warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Pemberian remisi menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Raya Waisak sekaligus bentuk penghargaan negara kepada warga binaan yang menunjukkan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik selama menjalani masa pembinaan.

Selain berkelakuan baik, para penerima remisi juga dinilai aktif mengikuti berbagai program pembinaan yang diselenggarakan di dalam rutan serta mematuhi tata tertib selama menjalani masa pidana.

Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap warga binaan semakin termotivasi untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.

Bagi para penerima, remisi Waisak menjadi momentum yang penuh makna untuk meningkatkan kesadaran diri, memperkuat nilai-nilai spiritual, serta terus mengikuti program pembinaan yang telah disediakan oleh Rutan Batam.

BACA JUGA:   Jurnalis Batam Gelar Aksi Bakar Lilin Depan Kantor DPRD, Ini Maknanya

Kepala Rutan Kelas IIA Batam, Fajar Teguh Wibowo mengatakan bahwa remisi bukan sekadar pengurangan masa pidana, melainkan bentuk apresiasi negara terhadap warga binaan yang telah menunjukkan perkembangan positif selama menjalani pembinaan.

“Remisi yang diberikan pada peringatan Hari Raya Waisak ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berperilaku baik, meningkatkan kualitas diri, serta mengikuti setiap program pembinaan dengan sungguh-sungguh,” ujar Fajar.

Melalui peringatan Hari Raya Waisak yang sarat dengan nilai kedamaian, kebijaksanaan, dan kasih sayang, Rutan Batam berharap seluruh warga binaan dapat menjadikan momen tersebut sebagai sarana refleksi diri.

Dengan demikian, mereka diharapkan mampu terus memperbaiki sikap, meningkatkan keimanan, serta membangun harapan baru dalam menjalani masa pembinaan hingga nantinya kembali ke lingkungan masyarakat. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER