Monday, April 20, 2026
HomeBatamTarget Ekonomi Batam 7,35%, BP Batam Kejar Investasi Rp 46,29 Triliun Tahun...

Target Ekonomi Batam 7,35%, BP Batam Kejar Investasi Rp 46,29 Triliun Tahun 2025

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 7,35% pada tahun 2025. Untuk mewujudkan target, Batam perlu menarik investasi senilai Rp 46,29 triliun naik sekitar 7,01% dibanding capaian tahun 2024 sebesar Rp 43,26 triliun.

“Perekonomian Batam tahun lalu tumbuh 6,69%. Jika ingin mencapai target 7,35% tahun ini, maka investasi harus mencapai Rp 46,29 triliun,” ujar Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemi Francis, Rabu (14/5/2025).

Djemi mengakui tantangan besar dalam merealisasikan target tersebut, terutama di tengah ketegangan global seperti perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta penerapan tarif resiprokal oleh Presiden AS, Donald Trump.

“Sekitar 25% ekspor Batam ditujukan ke Amerika Serikat. Situasi ini tentu berdampak, tapi kami tetap optimis dan proaktif dalam mendorong sektor-sektor investasi yang masih memiliki daya saing tinggi, salah satunya adalah pengembangan pusat data (data center),” katanya.

Menurut Djemi, Batam saat ini tengah menjadi lokasi strategis bagi pembangunan sekitar 13 data center berskala global. Sektor ini dinilai sebagai alternatif potensial di tengah ketidakpastian sektor manufaktur akibat tekanan tarif global.

BACA JUGA:   Ombudsman Kepri Terima 34 Laporan Pelayanan dan Perizinan Pertanahan di Batam

Untuk memperlancar investasi, BP Batam juga fokus mempercepat dan menyederhanakan proses perizinan. Dari empat izin utama yakni izin lingkungan, Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), PKKPR Laut, dan pelepasan kawasan hutan—saat ini baru pelepasan kawasan hutan yang bisa diproses langsung di Batam. Tiga izin lainnya masih ditangani pusat, namun BP Batam mendorong agar kewenangan ini bisa dilimpahkan ke daerah.

“Upaya kami adalah membuat proses lebih efisien, termasuk memberikan insentif tertentu bagi investor, terutama yang terdampak oleh kebijakan tarif,” katanya

Salah satu langkah konkret adalah penyederhanaan proses fatwa planologi, yang saat ini sedang dipersiapkan regulasinya.

Investasi besar yang tengah disiapkan adalah kehadiran Apple melalui kemitraannya dengan perusahaan Tiongkok, Luxcan Precision Batam. Mereka akan membangun fasilitas manufaktur produk Apple, termasuk AirTag, di Kawasan Industri Tunas Prima, Punggur.

Pembangunan pabrik akan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada Juni 2025 dengan luas lahan 1,4 hektar, disusul tahap kedua pada Desember dengan luas 4 hektar. Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp 16 triliun dan diproyeksikan menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja.

BACA JUGA:   Batam Magnet Investasi Nasional, Investasi Riil Capai Rp69 Triliun

“Informasinya, tahap kedua kemungkinan bisa dipercepat sebelum Desember sehingga produksi bisa segera berjalan. Bahkan ada rencana peresmian pada akhir tahun 2025,” kata Djemi. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER