Monday, May 25, 2026
HomeBatamSyamsul Paloh, Wakif di Balik Berdirinya Rumah Qur’an BWI Batam: “Saya Ingin...

Syamsul Paloh, Wakif di Balik Berdirinya Rumah Qur’an BWI Batam: “Saya Ingin Generasi Kita Hafal Al-Qur’an”

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kota Batam menorehkan sejarah baru dalam perjalanan wakaf di Kepulauan Riau. Untuk pertama kalinya, sebuah pusat pendidikan Al-Qur’an berbasis wakaf produktif akan berdiri menggabungkan program tahfiz dan pemberdayaan ekonomi umat dalam satu bangunan.

Rumah Qur’an Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Kota Batam itu berdiri di atas tanah yang diwakafkan oleh seorang pribadi yang menaruh harapan besar pada generasi muslim: Syamsul Paloh.

Peletakan batu pertama digelar khidmat di Tiban Indah, Sekupang, Sabtu (22/11/2025). Sejumlah tokoh hadir menyaksikan momen bersejarah itu.

Wali Kota Batam Amsakar Ahmad, pimpinan Forkopimda, MUI, organisasi Islam, tokoh masyarakat, pengusaha, pengurus masjid, hingga jajaran Badan Wakaf Indonesia dan LAM. Di atas lahan seluas 15 x 22 meter persegi itu, sebuah langkah awal bagi harapan umat ditancapkan.

Di antara keramaian dan doa yang melingkupi acara, sosok Syamsul Paloh berdiri dengan wajah teduh. Lelaki inilah yang memilih menyerahkan tanah miliknya untuk dijadikan pusat pendidikan Qur’an.

“Saya terpanggil. Mewakafkan ini tujuannya mencerdaskan generasi dalam tahfiz Al-Qur’an. Saya menyerahkannya tanah ini dengan niat ikhlas dan tulus,” ujarnya.

BACA JUGA:   Penyambungan Pipa Depan Kongkow Selesai, Distribusi Air Kembali Normal Secara Bertahap

Bagi Syamsul, wakaf bukan sekadar menyerahkan harta, melainkan menanam investasi untuk masa depan umat. Ia menginginkan Rumah Qur’an BWI Batam tak hanya menjadi tempat mencetak para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga melahirkan generasi muslim yang unggul dan mandiri secara ekonomi.

“Rumah Qur’an ini bukan hanya tempat belajar, tapi tempat membangun masa depan,” katanya menekankan.

Syamsul juga mengajak masyarakat memahami wakaf secara lebih luas. Menurutnya, wakaf tidak selalu harus berupa tanah atau bangunan. “Selama ini masyarakat hanya tahu wakaf tanah. Padahal bisa wakaf uang. Bahkan Rp 5 ribu atau Rp 10 ribu pun amalnya tidak putus sampai kita meninggal,” serunya mengajak.

Ia menegaskan bahwa langkahnya tidak berhenti pada wakaf tanah ini saja. Syamsul siap terus berwakaf demi kemaslahatan umat.

Rumah Qur’an BWI Batam nantinya akan menerima santri dari berbagai kalangan, dengan prioritas anak-anak kurang mampu. Kapasitas belajarnya mencapai ratusan siswa, sementara asrama mampu menampung sekitar 10 santri pada tahap awal.

Dengan kolaborasi masyarakat, pemerintah, tokoh agama, dan pelaku usaha, Rumah Qur’an ini ditargetkan menjadi pusat pendidikan dan pemberdayaan umat terbesar berbasis wakaf di Kepri.

BACA JUGA:   Debat Publik Kedua Batal Diduga Tidak Ada Kesepakatan Alat Bantu Saat Debat

Di balik peletakan batu pertama itu, tersimpan kisah tentang ketulusan seorang wakif yang ingin melihat cahaya Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi menghidupi masa depan generasi baru Batam.

Lewat sebidang tanah yang ia serahkan, Syamsul Paloh menanamkan warisan yang nilai amalnya ia yakini akan terus mengalir tanpa henti. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER