Friday, June 5, 2026
HomeBatamPembangunan Pasar Induk Jodoh Akan Dikerjasamakan dengan Pihak Ketiga

Pembangunan Pasar Induk Jodoh Akan Dikerjasamakan dengan Pihak Ketiga

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pembangunan Pasar Induk Jodoh Batam masih belum berjalan hingga Oktober 2025. Sejak bangunan lama itu dibongkar pada tahun 2021 sampai sekarang belum kelihatan fisiknya.

Pasar induk yang sudah dirobohkan itu sudah rata dengan tanah. Di lahan tersebut ada plang yang bertuliskan milik Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Tak ada lagi pagar-pagar yang telah dipasang sebelumnya. Pagar tersebut tadinya untuk membatas Pedagang Kaki Lima (PKL) agar tidak lagi berjualan di lahan tersebut.

Sejumlah pedagang yang ada besebelahan dengan Pasar Induk Jodoh berharap agar pasar itu bisa dibangun dengan segera. Mereka menilai sejak dirobohkannya pasar induk itu sampai sekarang progresnya belum kelihatan.

“Kami berharap segera dibangun. Sudah lama juga,” kata Salah satu pedagang sekitar.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam memastikan rencana pembangunan Pasar Induk Jodoh akan segera dilanjutkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Keputusan ini diambil setelah proyek yang sebelumnya direncanakan oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag) tidak kunjung terealisasi.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan bahwa Pemko Batam kini tengah menyiapkan skema kerja sama agar lahan bekas Pasar Induk Jodoh tidak terus terbengkalai. Prosesnya saat ini masih sedang dalam proses lelang.

BACA JUGA:   Amsakar Resmikan Gema Batam Asri di Rempang Eco City, 600 Warga Turun Jaga Lingkungan

“Masih dalam proses lelang. Kalau nanti sudah selesai, baru kita umumkan. Dulu rencananya dibangun oleh Kementerian Perdagangan, namun hingga sekarang belum terlaksana. Karena itu, kita ambil langkah lain dengan melibatkan pihak ketiga agar segera terealisasi,” ujar Amsakar di Batam, Rabu (29/10/2025).

Lahan tersebut sudah cukup lama kosong sejak dilakukan penertiban beberapa tahun lalu. Padahal, keberadaan pasar induk sangat dibutuhkan untuk mendukung distribusi bahan pokok dan menstabilkan harga di tingkat pedagang maupun masyarakat.

“Kita tidak ingin lokasi itu terus menjadi lahan kosong. Fungsinya sangat strategis bagi distribusi bahan pangan di Batam. Maka kita dorong agar bisa segera dibangun melalui skema kerja sama yang sehat dan transparan,” katanya.

Ia memastikan pembangunan pasar ini akan memperhatikan kebutuhan pedagang dan pengelolaan yang modern.

“Kita ingin pasar yang tertata, higienis, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Semua aspek sedang kita rancang agar hasilnya maksimal,” ujarnya.

Seperti diketahui, lahan Pasar Induk Jodoh telah ditertibkan sejak beberapa tahun lalu dan hingga kini masih belum dimanfaatkan. Pemerintah berharap dengan keterlibatan pihak ketiga, pembangunan bisa dimulai dalam waktu dekat sehingga kawasan tersebut kembali hidup dan berfungsi sesuai peruntukannya.

BACA JUGA:   Paslon NADI Buyarkan Skema Kotak Kosong di Pilkada Batam

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kota Batam Gustian Riau mengatakan pembangunan pasar induk masih menunggu arahan pemerintah pusat.

“Kami masih menunggu. Dalam waktu dekat nanti kita infokan ke media kalau progresnya sudah berjalan,” kata Gustian Rabu (13/7/2022).

Ia menjelaskan nantinya pasar induk ini mampu menampung ribuan pedagang dan menjadi pusat perbelanjaan di Batam. Anggaran pembangunan yang diusulkan Disperindag Batam ke Kementerian PUPR sebesar Rp334 miliar.

“Kami berharap segera terealisasi,” katanya.

Bukan pertama kali nasib Pasar Induk Jodoh digantung. Operasional pasar induk Jodoh saat ini masih terbengkalai dan tidak terurus sejak diresmikan penggunaannya sejak 2006 lalu.

Dalam perkembangannya Pasar Induk Jodoh Batam sempat memiliki kontrak Kerja Sama Operasional (KSO) dengan PT Golden Tirta Asia (GTA) tetapi kemudian diputus oleh Pemerintah Kota Batam pada 2011.

BP Batam selaku pemilik aset sempat menerapkan skema pinjam pakai tapi berakhir pada penghujung 2012.

Hingga kini, pasar itu tak berfungsi sebagai pasar induk yang berperan penting untuk kegiatan ekonomi terutama distribusi logistik kebutuhan hingga pengendalian harga. (uly)

BACA JUGA:   Aksi Damai Driver Online di Batam Tuntut Regulasi Tarif dan Komisi Aplikator
spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER