BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Presiden lebih banyak membahas perkembangan investasi, pertumbuhan ekonomi, serta penataan Kota Batam.
Ia menegaskan tidak ada pembahasan mengenai rencana pelabuhan internasional, baik untuk barang maupun penumpang.
Terkait isu pelabuhan internasional, Amsakar mengatakan pembahasan tersebut tidak dilakukan dalam pertemuan.
“Belum ada pembicaraan spesifik soal peruntukan dan sebagainya,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Ia juga menegaskan bahwa isu mengenai pelabuhan internasional, baik untuk barang maupun penumpang, tidak menjadi materi pembahasan dengan Presiden.
Sebaliknya, Amsakar menyampaikan laporan mengenai tindak lanjut atas berbagai arahan Presiden yang telah diberikan dalam dua pertemuan sebelumnya.
“Inti yang disampaikan kepada Pak Presiden adalah apa yang menjadi arahan beliau pada dua periode pertemuan sebelumnya, agar BP Batam bisa menggenjot pertumbuhan investasi, kemudian agar kebersihan wajah kota semakin indah, dan agar kebijakan-kebijakan yang terkait dengan asta cita berjalan. Nah, itu yang saya laporkan,” katanya.
Dalam laporannya, Amsakar menyampaikan tiga poin utama kepada Presiden.
Poin pertama adalah perkembangan investasi di Batam yang terus didorong agar semakin meningkat.
Poin kedua berkaitan dengan perkembangan ekonomi daerah.
Sedangkan poin ketiga adalah tindak lanjut atas arahan Presiden mengenai penataan wajah Kota Batam, khususnya penertiban baliho yang dinilai mengganggu estetika kota.
“Setelah kemarin Bapak meminta soal jangan ada baliho sepanjang jalan sehingga menyebabkan wajah kota menjadi tidak baik dan terkesan semrawut, itu kami sudah benahi, Pak,” ungkapnya.
Menurut Amsakar, pemerintah daerah bahkan melakukan penertiban secara langsung dengan mencopot berbagai baliho yang tidak sesuai.
“Kami bahkan sampai memanjat-manjat memotong-motong baliho dan sebagainya itu. Sekarang Alhamdulillah Kota Batam sudah cukup nyaman dengan kondisi seperti itu,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amsakar juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas dukungan pemerintah pusat melalui sejumlah regulasi yang dinilai memberikan dampak positif terhadap iklim investasi di Batam.
Ia menyebut lima Peraturan Pemerintah (PP) yang telah diterbitkan pemerintah, di antaranya PP Nomor 2 Tahun 2025, PP Nomor 25 Tahun 2025 tentang pelayanan perizinan penyelenggaraan kawasan perdagangan bebas, PP Nomor 28 Tahun 2025 tentang perizinan berusaha berbasis risiko, serta PP Nomor 27 Tahun 2025 tentang pengembangan wilayah kerja BP Batam.
“Kami berterima kasih, Bapak, karena hal itulah yang kemudian memberikan daya ungkit untuk masuknya investasi-investasi yang berskala global ke Batam,” katanya.
Selain itu, Amsakar juga melaporkan pelaksanaan Gerakan Indonesia Asri di Batam yang merupakan tindak lanjut arahan Presiden saat pertemuan antara pemerintah pusat dan daerah.
“Bapak mengarahkan agar dilakukan Gerakan Indonesia Asri. Kami di Batam sudah lakukan itu setiap bulan,” ujarnya.
Meski demikian, Amsakar mengakui masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum sepenuhnya selesai.
“Walaupun begitu, tidak semuanya tuntas. Kami masih secara bertahap mengerjakan perbaikan-perbaikan itu,” katanya. (uly)










