Thursday, April 16, 2026
HomeBatamPerkuat Ekonomi Pesisir, Mentrans Iftitah Serahkan 16 Kapal Nelayan untuk Warga Rempang

Perkuat Ekonomi Pesisir, Mentrans Iftitah Serahkan 16 Kapal Nelayan untuk Warga Rempang

BATAMSTRAITS.COM, BATAM –  Pemerintah pusat terus memperkuat pembangunan wilayah kepulauan dan kawasan perbatasan melalui sinergi lintas sektor bersama pemerintah daerah. Salah satu langkah konkretnya adalah penguatan ekonomi masyarakat pesisir di Rempang, Kota Batam.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman menegaskan komitmen tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Provinsi Kepulauan Riau. Di sela perayaan Imlek di Batam, Senin (16/2/2026) malam, ia menyampaikan progres kolaborasi antara Kementerian Transmigrasi, Pemerintah Provinsi Kepri, dan Pemerintah Kota Batam.

“Waktu itu kami juga melakukan laporan kepada beliau terkait kerja sama kami dalam men-support Kepri, Batam, dan Pemerintah Kota Batam. Alhamdulillah, kalau rekan-rekan media mengikuti selama satu tahun terakhir ini, situasinya juga lebih cenderung damai,” ujar Iftitah.

Menurutnya, situasi yang semakin kondusif menjadi modal utama dalam membangun iklim investasi yang sehat dan berkelanjutan. Stabilitas sosial dinilai mampu memberikan rasa aman bagi investor sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Dengan suasana yang damai, kita bisa menghadirkan iklim investasi yang juga cukup nyaman untuk semuanya. Itu yang nanti akan kami terus bangun bersama,” tambahnya.

BACA JUGA:   Pertamina Patra Niaga Sumbagut Sidak Lembaga Penyalur BBM dan LPG di Kepri

Namun, pemerintah tidak hanya berfokus pada investasi skala besar. Penguatan ekonomi masyarakat lokal, khususnya nelayan di kawasan pesisir, juga menjadi prioritas.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Transmigrasi telah menyalurkan 16 kapal nelayan kepada masyarakat Rempang. Bantuan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

“Pada prinsipnya sekarang ini kami laporkan juga ada 16 kapal nelayan di Rempang yang sudah kami berikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Iftitah menekankan bahwa pendekatan transmigrasi saat ini telah mengalami transformasi. Program tidak lagi sekadar memindahkan masyarakat ke lokasi baru, tetapi memastikan adanya sumber penghidupan yang berkelanjutan.

“Harapannya mereka tidak hanya sekadar pindah ke tempat yang baru, tapi juga ada pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” tegasnya.

Konsep transmigrasi modern yang diusung pemerintah menitikberatkan pada pembangunan ekosistem ekonomi lokal. Dengan dukungan sarana produksi seperti kapal nelayan, masyarakat diharapkan mampu mengelola potensi kelautan secara optimal, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Di akhir pernyataannya, Mentrans Iftitah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk media, yang turut mengawal pembangunan di Kepri dan Batam.

BACA JUGA:   Rudi Janjikan May Day Tahun 2025 di Hotel

“Terima kasih ya, terima kasih atas dukungannya,” katanya.

Melalui kolaborasi pemerintah pusat dan daerah, serta dukungan masyarakat dan dunia usaha, Batam dan Kepulauan Riau diharapkan terus berkembang sebagai kawasan strategis nasional yang aman, produktif, dan inklusif, sekaligus menjadi model pembangunan wilayah kepulauan yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER