Thursday, June 4, 2026
HomeBatamIAS Luncurkan “IAS Terampil”, Program Pencetak SDM Unggul Industri Aviasi di Batam

IAS Luncurkan “IAS Terampil”, Program Pencetak SDM Unggul Industri Aviasi di Batam

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – PT Integrasi Aviation Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS) sebagai sub-holding InJourney menggelar kick off program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2025 bertema “IAS Terampil”. Program ini merupakan inisiatif pelatihan SDM yang digelar bekerja sama dengan PT Gapura Angkasa, salah satu anggota IAS Group.

Pelatihan digelar selama 9 hari. Dipusatkan di Gedung Dinas Perhubungan Kota Batam dan dihadiri oleh Wali Kota Batam, Komisaris IAS, Direktur Komersial IAS, serta jajaran direksi IAS Group.

Program “IAS Terampil” menjadi bagian dari TJSL IAS tahun 2025 yang berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Program ini dirancang untuk memberikan dukungan keterampilan bagi masyarakat agar siap bersaing di dunia kerja, khususnya di sektor aviasi.

Acara pembukaan dilakukan oleh Direktur Komersial IAS, Muchdian Muchlis. Ditandai dengan memakaikan jaket kepada perwakilan peserta bersama Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad.

Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa program ini adalah komitmen konkret IAS dalam mencetak SDM kompetitif di industri penerbangan.

“IAS Terampil bukan hanya pelatihan, tetapi sebuah gerakan untuk membuka akses lebih luas bagi masyarakat agar dapat meningkatkan kompetensi dan memperoleh kesempatan kerja yang lebih baik. Industri aviasi memerlukan tenaga terampil dan berintegritas, dan kami ingin memastikan masyarakat memiliki peluang yang sama untuk berkembang bersama sektor ini,” ujar Muchlis.

BACA JUGA:   Boy Kharisma Resmi Pimpin Perwara Indonesia 2026–2029, Usung Semangat “Super Team”

Melalui program ini, peserta mendapatkan pelatihan Basic Cargo yang dibimbing oleh instruktur profesional dan tersertifikasi. Materi yang diberikan meliputi teori, praktik, serta pemahaman prosedur penanganan kargo di bandara.

IAS juga memberikan nilai tambah berupa sertifikasi kompetensi, mentoring, dan kesempatan mengikuti On The Job Training (OJT) di berbagai regional station IAS Group. Peserta terbaik berpeluang untuk berkarier di perusahaan-perusahaan dalam IAS Group.

Dengan peluncuran program ini, IAS menegaskan komitmennya menghadirkan kontribusi yang berdampak luas bagi masyarakat, memperkuat ekosistem aviasi nasional, serta mendukung pembangunan SDM yang kompeten, profesional, dan siap kerja.

“Ada 50 peserta yang mengikuti kegiatan ini dan mudah-mudahan terserap di Bandara Hang Nadim,” katanya.

Sebelum proses pelatihan ini, ada beberapa tahapan. Mulai dari menyampaikan informasi, seleksi dokumen hingga sampai ke tahap pelatihan. Selain Dishub Kota Batam, pihaknya juga menggandeng Lembaga Adat Melayu (LAM), sehingga lebih mengutamakan warga lokal.

“Kami berharap jauh lebih baik dalam mengembangkan potensinya. Kami berharap ini bukan yang pertama, tapi akan berkelanjutan. IAS ini mulai dari bapak turun mobil di Bandara sampai naik pesawat, IAS yang handle,” katanya.

BACA JUGA:   Wako Amsakar, Wawako Li Claudia, dan Kajari Batam Tertibkan Reklame Tak Berizin

Seperti diketahui PT Integrasi Aviasi Solusi atau InJourney Aviation Services (IAS) merupakan sub-holding dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney). Resmi berdiri pada 4 Januari 2024, IAS merupakan hasil konsolidasi sembilan anak usaha AP I, AP II, dan Garuda Indonesia yang berfokus pada layanan bandara dan kargo.

IAS memiliki lima portofolio bisnis utama: Cargo & Logistics, Ground Handling, Hospitality, Operations Support, dan Property, dengan total 15 layanan kompeten di bidang aviasi dan logistik. IAS berkomitmen menjadi penyedia layanan aviasi serta logistik & kargo yang profesional dan kompetitif di Indonesia maupun regional.

Ditempat yang sama, Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad mengatakan investasi yang masuk ke Batam mencapai 54.74 Triliun dari target 60 triliun capaiannya 91 peren di semester kedua. Harusnya korelasi dengan jumlah pengangguran di Batam yang semakin sedikit.

“Tingkat pengangguran itu mencapai 70.68 persen setara 70 ribuan orang. Artinya investasi tidak korelasi dengan tingkat pengangguran. Kenapa ini terjadi? Karena negeri alur migrasinya sangat tinggi. Rekan-rekan dari berbagai daerah masuk ke Batam. Sehingga Batam ini seperti negeri yang banyak gula sehingga dikerumuni semut. Sehingga kompetensi tenaga kerja memiliki daya saing,” kata Amsakar.

BACA JUGA:   Dukung Pengamanan Objek Vital, Polda Kepri dan PT PLN Batam Tanda Tangani Pedoman Kerjasama Teknis

Ia melanjutkan tren pengembangan investasi di Batam sudah bertransmigrasi dari padat karya ke padat modal. Oleh sebab itu, ia berharap kepada para peserta bisa mengikuti pelatihan dengan baik dan ke 50 peserta bisa diterima di bursa kerja.

“Selamat mengikuti pelatihan. Semoga pelatihan ini dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja di Batam. Kemudian berkontribusi terhadap menekan laju angka pengangguran di daerah serta yang tidak kalah pentingnya adalah membuat anak-anak kita memiliki talenta yang menguasai bidang-bidang tertentu dalam pekerjaannya,” katanya.

Ia menambahkan dengan adanya pelatihan-pelatihan usia produktif Batam ini semakin memiliki daya saing sehingga ada kesempatan kerja terbuka. Mereka siap untuk berkompetisi.

“Ini salah satu jawaban untuk penyiapan tenaga kerja,” katanya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Batam, Leo mengatakan peluang pelatihan ini sangat bagus. Pihaknya memanfaatkan CSR dari IAS.

“Harapan saya semoga mereka terserap. Dan standarnya sudah sertifikasi nasional. Pelatihan ini jarang di Batam dan lingkup kerjanya jelas. Anak-anak yang berpotensi dan tak bisa melanjutkan jenjang kuliah bisa melanjutkan pelatihan ini,” katanya. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER