Thursday, April 16, 2026
HomeBatamNyanyang Pastikan Siswa MAN 2 Batam Sudah Pulih Usai Insiden Gejala Diare...

Nyanyang Pastikan Siswa MAN 2 Batam Sudah Pulih Usai Insiden Gejala Diare Massal

BATAMSTRAITS.COM, BATAM –  Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura meninjau Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Batam, Selasa (17/11/2025) setelah insiden ratusan siswa terindikasi mengalami gejala diare. Tak sendirian, ia ditemani oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kepri, Andi Agung.

Nyanyang mengatakan, kejadian berawal pada Selasa (11/11/2025). Pada Rabu (12/11/2025) ratusan siswa tidak masuk sekolah.

Dari sekitar 238 siswa yang dilaporkan, sebanyak 225 di antaranya terindikasi mengalami gejala seperti mual dan sakit perut. Saat ini tim sedang menelusuri penyebabnya dengan memeriksa dapur penyedia makanan.

“Saya sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan pihak sekolah. Kami cek proses memasak dan bahan-bahan yang digunakan. Mudah-mudahan hasil pengecekan ini segera keluar,” ujar Nyanyang.

Menurut dia, mayoritas siswa hanya mengalami keluhan ringan seperti mual dan sakit perut. Diduga ada kesalahan dalam proses pengolahan makanan, khususnya menu dendeng basah yang dimasak pada hari itu.

Biasanya, dendeng direbus terlebih dahulu sebelum dibumbui, tetapi terdapat indikasi bahwa proses tersebut tidak dilakukan sempurna. Nyanyang menegaskan bahwa pihaknya juga sudah meminta BPOM untuk turun melakukan pengecekan kelayakan dapur MBG sebelum operasional kembali dibuka

“Masih kita tunggu hasil uji laboratorium. Setelah BPOM dan Dinas Kesehatan menyatakan layak dan higienis, baru dibuka kembali,” katanya.

Ia menambahkan, pola permintaan MBG (Menu Bergizi Gratis) di sekolah cukup tinggi karena banyak siswa mengandalkan layanan dapur tersebut. Namun ia mengingatkan agar kejadian serupa tidak terjadi lagi dan SOP memasak harus diperketat.

BACA JUGA:   Bimtek Life Skill, Mengubah Kampung Aceh dari Zona Rawan Narkoba menjadi Kampung Wisata Kopi.

Di MAN 2 Batam sendiri terdapat sekitar 648 siswa. Dari jumlah itu, 235 siswa terindikasi mengalami gejala gastrointestinal, sementara 8 lainnya berada di luar sekolah saat skrining dilakukan.

Sementara itu, Kepala Sekolah MAN 2 Batam, Ernawati, menegaskan bahwa kondisi para siswa kini sudah pulih.

“Yang terindikasi diare berjumlah 235 siswa, dan yang diskrining oleh tim Puskesmas Tanjung Buntung sebanyak 257 siswa. Delapan siswa lainnya tidak ikut skrining karena sedang mengikuti kegiatan di luar sekolah. Semuanya sudah sehat dan kembali masuk,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan sebanyak 235 siswa Madrasah Aliyah Negeri atau MAN 2 Batam, mengalami diare setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan pada Selasa (11/11/2025).

Sakit perut yang dialami para siswa itu muncul pada malam harinya, yakni sekira pukul 19:00 WIB.

Kepala Sekolah MAN 2 Batam, Ernawati mengatakan, dari 648 anak didiknya, ada sekitar 235 siswa yang mengalami keluhan yang sama

“MBG itu dibagikan pada pukul 12 siang. Kami dapat informasi, bahwasanya sakit baru muncul saat mereka berada di rumah, sekitar pukul 19.00 hingga 20.00 WIB. Tiga anak dibawa ke UGD. Dua ke Elisabeth, satu ke Klinik Nagoya. Setelah diberi obat, diperbolehkan pulang,” ujar Ernawati, Jumat (14/11/2025).

BACA JUGA:   Jefridin Tutup Kejuaraan Shorinji Kempo Pelajar Batam 2024, Motivasi Pelajar Berprestasi Tinggi

Keesokan harinya Rabu (12/11/2025), sekolah mendata ada 235 siswa tidak hadir. Saat dicek ke orang tua, seluruhnya mengaku anak mereka masih sakit perut.
Sebagian siswa tetap datang meski dalam kondisi lemas dirawat di UKS.

“Setelah diberi obat, orang tua kami minta menjemput anaknya (di sekolah),” ujarnya.

Melihat jumlah laporan yang cukup banyak, tim MBG, Puskesmas Tanjung Buntung, Kapolsek Bengkong, dan BIN kemudian datang ke sekolah melakukan pengecekan.

“Anak didik kami kan keseluruhan ada 648, kenanya cuma 235. Artinya sepertiga dari mereka itu kena diare,” ujarnya.

Terkait menu yang dibagikan hari itu, Ernawati menyebutkan hidangan terdiri dari dendeng, tahu goreng, timun, dan jeruk.

Terkait dugaan penyebabnya, Ernawati mengaku mendapat keterangan dari dokter bahwa keluhan muncul usai siswa mengonsumsi daging.

“Kalau ditanya ibu dokter kemarin, indikasinya mereka makan daging dendeng. Dendeng ini enak kok. Ada anak yang makan dua porsinya, ada yang tiga. Pas malamnya baru melilit,” katanya.

Ia mengungkapkan makanan berbahan daging pernah menimbulkan kasus kecil sebelumnya.

“Kalau di rendang tidak apa-apa. Kalau di anak oke. Tapi kalau ini kena satu kemarin menu di black pepper. Satu lagi ini di dendeng,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Ahmad Dhani Bangga, El Rumi Menang Lawan Jefri Nichol: TKO Kalau Ada 1 Ronde Lagi!

Menurutnya, teknik pengolahan daging bisa menjadi faktor pemicu gangguan pencernaan.

“Menurut ilmu saya, faham saya sebagai ibu. Kalau memasak daging itu jika sudah di dalam freezer, langsung dikasih air. Itu biasanya bakterinya lengket di sana. Tapi kalau misalnya dibiarkan saja dulu beberapa jam, sudah keluar itu es-esnya, itu biasanya tidak ada bakterinya lagi,” tutur Ernawati.

Namun ia menegaskan dugaan itu masih bersifat awal dan bukan kesimpulan resmi.

Ernawati menolak istilah “keracunan”, namun mengakui gejala diare dialami siswa.

“Dokter bilang keracunan itu indikasinya salah satunya mencret, mual, muntah, sakit kepala, gitu kan. Ini cuma salah satu. Berarti kalau salah satu indikasi atau dugaan keracunan, kalau itu setuju saya kalimatnya. Tapi kalau kalimatnya keracunan, saya tidak setuju. Itu saja,” tegasnya.

Ia mengonfirmasi Dapur SPPG Bengkong Laut 2 dihentikan sementara sejak Kamis (13/11/2025) untuk evaluasi. Ia melanjutkan, menu dendeng disebut baru pertama muncul sejak MBG berjalan pada 16 Juli 2025 di sekolah itu.

“Kami menunggu hasil observasi resmi dinas kesehatan,” tuturnya.

Informasi yang didapat, Dapur SPPG yang salah satunya membawahi MAN 2 Batam ini mendistribusikan MBG setidaknya ke 14 sekolah di Kecamatan Bengkong. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER