Saturday, April 18, 2026
HomeUncategorizedBP Batam Fokus Kembangkan Data Center dan Energi Terbarukan

BP Batam Fokus Kembangkan Data Center dan Energi Terbarukan

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung utama perekonomian Batam dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 56 hingga 60 persen.

Hal itu disampaikan Amsakar dalam kegiatan silaturahmi dan coffee morning bersama pimpinan BP Batam, Selasa (7/10/2025).

Ia menjelaskan, meski manufaktur tetap menjadi unggulan, BP Batam kini mulai memetakan sektor-sektor baru yang memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi ke depan, seperti pusat data (data center) dan energi baru terbarukan (EBT).

“Manufaktur masih menjadi unggulan dengan kontribusi sekitar 56–60 persen terhadap wilayah. Namun, data center kini menjadi idola baru karena nilai investasinya luar biasa besar,” ujar Amsakar.

Menurutnya, pengembangan industri data center perlu dilakukan dengan hati-hati karena sifatnya padat modal namun tidak padat karya. Meski demikian, sektor ini dinilai mampu memberikan multiplier effect besar bagi Batam sebagai pusat penyimpanan dan pertukaran data internasional.

“Data center membutuhkan air dan listrik besar, tapi dampak ekonominya sangat signifikan. Jika Batam bisa menjadi pusat data, arus informasi dari negara seperti Australia, Malaysia, dan Singapura bisa tersimpan di sini. Itu akan membawa efek ganda luar biasa bagi ekonomi,” katanya.

BACA JUGA:   Komisi III DPRD Batam Pertanyakan Izin Tangklining Limbah B3 di Pantai Dangas

Selain itu, Amsakar menyoroti potensi besar energi terbarukan. Saat ini, sudah ada lima proposal proyek EBT yang diajukan ke BP Batam, dan dua di antaranya telah memasuki tahap tindak lanjut serius.

“Energi terbarukan ini sangat prospektif. Dari lima proposal yang masuk, dua sudah kami follow up secara serius,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengembangan sektor-sektor tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor agar arah pembangunan Batam sejalan dengan prioritas nasional dan tren global.

“Prinsip utama kami adalah memperkuat hubungan dan memastikan pembangunan Batam selaras dengan arah kebijakan nasional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan bahwa industri data center memang membutuhkan konsumsi air tinggi, namun turut memberikan kontribusi terhadap Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pengelolaan air.

“Data center memang pakai air banyak, tapi itu juga menambah PNBP kita. Saat ini total PNBP BP Batam sekitar dua triliun lebih, dan potensinya masih sangat besar,” kata Li Claudia.

BACA JUGA:   MBG Diberikan Enam Hari, Menu Sabtu Disalurkan Jumat

Ia menambahkan, BP Batam kini berupaya menggali sumber pendapatan baru di luar lahan, mengingat sisa lahan yang bisa dikelola hanya sekitar 100 hektare. Oleh karena itu, pengelolaan pelabuhan dan bandara menjadi fokus pembenahan berikutnya.

“Sekarang kami benahi bandara dan pelabuhan. Untuk pelabuhan, kami berupaya memperbesar porsi saham BP Batam agar bisa menjadi aset penuh milik BP,” ujarnya.

Li Claudia menegaskan bahwa seluruh langkah pembenahan tersebut dilakukan dengan tetap mematuhi aturan dan kontrak kerja sama yang berlaku.

“Kami tidak bisa memutus kontrak sepihak. Semua harus dikaji dulu apakah memungkinkan atau tidak. Jika bisa, kami jalankan. Jika tidak, kami rapikan agar sesuai aturan,” ujarnya.

Melalui penguatan sektor manufaktur, pengembangan data center dan energi terbarukan, serta optimalisasi aset pelabuhan dan bandara, BP Batam optimistis dapat membawa Batam menuju era ekonomi baru yang berdaya saing tinggi, berkelanjutan, dan menjadi hub digital serta logistik di kawasan Asia Tenggara. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER