BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Posisi Batam sebagai pusat logistik dan ekspor regional semakin menguat dengan beroperasinya direct call kelima dari Pelabuhan Batuampar, Selasa (22/7/2025). Jalur pelayaran langsung ini menghubungkan Batam dengan Yangon, Myanmar melalui MV Sinar Bintan, kapal milik Samudera Shipping Line.
Rute baru ini menambah konektivitas internasional Batam ke lebih dari 20 pelabuhan di Asia. MV Sinar Bintan akan berlayar setiap minggu membawa 500 TEUs produk ekspor Batam, terutama barang olahan Crude Palm Oil (CPO) dari kawasan industri Kabil.
“Dengan adanya direct call ini, pelaku usaha di Batam bisa menghemat hingga USD 600 per TEUs karena tak perlu lagi transit di Singapura. Efisiensi logistik mencapai 57 persen,” ujar Joko Prasetyo, Direktur Utama PT Persero Batam.
Sebelumnya, empat direct call telah dioperasikan dari Batam, yakni menuju China, India, dan Myanmar oleh kapal-kapal dari Evergreen Line dan SITC.
Tak hanya memperluas pasar ekspor, kehadiran pelayaran langsung ini juga menjadi bukti transformasi Pelabuhan Batuampar. Sejak dikelola oleh Persero Batam, pelabuhan terus berbenah mulai dari pembangunan container yard, penambahan crane, hingga kehadiran Ship to Shore (STS) Crane yang meningkatkan efisiensi bongkar muat dari 8 kontainer per jam menjadi 40 kontainer per jam.
Christian Yahya, Direktur Samudera Shipping Line, mengatakan Batam kini semakin strategis dalam mendukung arus perdagangan kawasan.
“MV Sinar Bintan akan melayani rute Batam–Singapura–Port Klang–Yangon dan kembali ke Batam. Ini juga merupakan bagian dari join service kami dengan Evergreen,” katanya.
Menurutnya, dengan dukungan infrastruktur seperti crane dan fasilitas pelabuhan yang semakin baik, Batam berpotensi menjadi hub logistik regional yang jauh lebih kompetitif. (uly)







