Tuesday, April 21, 2026
HomeBatamAnak 12 Tahun Meninggal : Keluarga Sebut Ditolak BPJS, RSUD Batam Tegaskan...

Anak 12 Tahun Meninggal : Keluarga Sebut Ditolak BPJS, RSUD Batam Tegaskan Beri Perawatan

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Seorang anak bernama Alif Okto Karyanto (12) meninggal dunia pada Minggu dini hari (15/6/2025), usai diduga tidak mendapat perawatan inap di RSUD Embung Fatimah, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) karena berstatus peserta BPJS Kesehatan.

Peristiwa ini menjadi sorotan publik setelah diunggah oleh akun media sosial bernama Suprapto, dan telah dibagikan ratusan kali.

Dalam unggahannya, akun tersebut menceritakan kronologi kejadian. Alif dibawa orang tuanya ke IGD RSUD Batam pada Sabtu malam (14/6/2025) sekitar pukul 22.30 WIB.

Setelah sekitar tiga jam di UGD, pihak rumah sakit disebut menyatakan bahwa kondisi Alif tidak masuk kategori gawat darurat, sehingga tidak bisa menjalani rawat inap menggunakan BPJS.

“Kami tidak mengerti kenapa bisa begitu. Padahal kalau tengah malam ke UGD, pasti sudah sakit. Karena orang tuanya tidak mampu membayar secara umum, maka sekitar pukul 02.30, anak tersebut dibawa pulang,” tulis akun tersebut.

Disebutkan juga bahwa pihak keluarga membayar biaya pengobatan dan obat-obatan secara mandiri sebelum membawa pulang Alif. Namun nahas, sekitar pukul 04.30 WIB, Alif menghembuskan napas terakhir di rumah.

BACA JUGA:   Dorong Wakaf Dikelola Profesional, BWI Batam Sosialisasi di Belakang Padang

Pihak Rumah Sakit Membantah Penolakan

Menanggapi viralnya kabar tersebut, Direktur RSUD Embung Fatimah, Sri Widjayanti Suryandari, membantah adanya penolakan pasien BPJS. Ia menjelaskan bahwa pihaknya tetap memberikan layanan medis sesuai prosedur yang berlaku.

“Pasien langsung dilayani di IGD. Kami beri oksigen, periksa nadi, periksa respirasi, laboratorium, dan kadar oksigen. Kondisinya saat itu stabil dan tidak masuk kategori gawat darurat, sehingga tidak bisa dijamin BPJS,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (16/6/2025).

Sri juga menyebut bahwa pasien sudah diobservasi selama hampir empat jam dan tetap dalam kondisi stabil berdasarkan hasil triase medis yang menunjukkan zona hijau. Karena itu, pasien disarankan rawat jalan dan kontrol ke poli spesialis anak.

“Kami tidak menolak. Pasien sudah kami edukasi dan kami siap bantu kalau dibawa kembali,” tambahnya.

Pihak rumah sakit menyatakan akan melakukan evaluasi internal dan tetap terbuka terhadap klarifikasi lebih lanjut jika dibutuhkan. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER