Saturday, May 2, 2026
HomeBatamSemen Merah Putih Kenalkan Flexiplus, Semen Hijau Jadi Standar Baru di Batam

Semen Merah Putih Kenalkan Flexiplus, Semen Hijau Jadi Standar Baru di Batam

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Di saat sebagian besar wilayah Indonesia masih tertatih dalam transisi menuju konstruksi ramah lingkungan, Batam justru melesat sebagai pelopor. Kota industri ini kini menjadi tolok ukur nasional dalam adopsi green cement dan upaya dekarbonisasi sektor konstruksi.

Momentum ini diperkuat dalam perhelatan Concrete Tech Day Batam 2025, yang digelar, Jumat (16 Mei 2025) di Hotel Aston Nagoya. Acara tahunan yang diinisiasi oleh Semen Merah Putih ini mempertemukan ratusan pelaku industri konstruksi, mulai dari kontraktor, pemilik proyek, hingga regulator.

“Transformasi ini bukan lagi wacana. Di Batam, ini sudah jadi kenyataan,” ujar Oza Guswara, GM Sales & Marketing Semen Merah Putih.

Sebagai produsen semen dengan pangsa pasar dominan di Batam, Semen Merah Putih tampil sebagai motor perubahan melalui produk unggulannya, FLEXIPLUS-semen hidraulis ramah lingkungan yang kini menggantikan hampir seluruh penggunaan semen berbasis Ordinary Portland Cement (OPC) di wilayah ini.

Dengan mengusung tema “Greenovation”, Concrete Tech Day tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga wadah kolaborasi konkret yang menyatukan pemangku kepentingan dalam satu visi keberlanjutan. Empat pilar utama yang diusung adalah: efisiensi proses produksi, produk rendah karbon, peningkatan kapasitas SDM, dan tanggung jawab lingkungan.

BACA JUGA:   Jefridin: Kolaborasi Krusial Tangani Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik

Salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut adalah pengembangan MPtree, sebuah photobioreactor berbasis mikroalga yang dirancang untuk menyerap emisi CO₂ dari udara sebuah inovasi berbasis sains, bukan sekadar jargon hijau.

Produk FLEXIPLUS kini menguasai hampir 100 persen pasar semen curah (bulk) di Batam. Salah satu pengguna utamanya adalah PT Perkasa Beton Batam, produsen beton terbesar di pulau tersebut.

“FLEXIPLUS bukan hanya lebih ramah lingkungan, tapi juga unggul secara teknis,” ujar Anthony Soejadi, Direktur Utama PT Perkasa Beton Batam.

Hal ini ditegaskan pula oleh Kirman, Kepala Pabrik Perkasa Beton, yang menyebut stabilitas pasokan, kemudahan dalam trial mix, serta hasil akhir yang memuaskan sebagai alasan utama penggunaan FLEXIPLUS.

Dari sisi teknis, produk ini mampu memangkas emisi karbon hingga 20 persen dibanding semen konvensional, dan telah mengantongi sertifikasi Green Label dari Green Product Council Indonesia (GBCI).

Namun, transformasi ini tak terjadi dalam semalam. Menurut Oza, tantangan utama adalah kesenjangan pengetahuan teknis di kalangan pelaku konstruksi.

BACA JUGA:   Jelang Pesta Demokrasi 2024, Kapolresta Barelang Ingatkan Pemilu Damai

“Edukasi adalah kunci. Tanpa pemahaman teknis, transisi ini akan stagnan,” tegasnya.

Semen Merah Putih menjawab tantangan ini melalui pelatihan intensif dan forum seperti Concrete Tech Day, serta lewat inisiatif edukasi Mandor Pintar Institute.

Diperkuat oleh kebijakan seperti Permen PUPR No. 9 Tahun 2021 yang mewajibkan penggunaan material ramah lingkungan, transformasi di Batam menjadi contoh nyata. Data terbaru dari Semen Merah Putih mencatat, lebih dari 90 persen pelaku beton di Batam telah beralih ke semen hidraulis—angka yang jauh melampaui rata-rata nasional.

“Batam membuktikan bahwa inovasi dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan,” kata Oza.

Semen Merah Putih pun siap membawa semangat ini ke berbagai proyek strategis nasional di luar Batam.

“Kami tidak sekadar menjual semen. Kami membawa visi pembangunan berkelanjutan,” kata Oza.

Saat kota-kota lain masih sibuk dalam perdebatan teknis dan kalkulasi biaya, Batam telah memilih jalan aksi. Dengan teknologi, kolaborasi industri, dan visi jangka panjang, kota ini bergerak lebih cepat. Dan di garis depan perubahan itu berdiri Semen Merah Putih. (uly)

BACA JUGA:   Pemko Tambah 20 Unit Bus Trans Batam
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER