BATAMSTRAITS.COM, Jakarta — The Brutalist mencetak kemenangan besar di ajang Golden Globe Awards 2025, meraih penghargaan Best Motion Picture – Drama. Film karya Brady Corbet ini berhasil mengungguli nominasi kuat lainnya seperti A Complete Unknown, Conclave, Dune: Part Two, Nickel Boys, dan September 5.
Film ini menghadirkan kisah perjuangan seorang arsitek Yahudi asal Hungaria yang selamat dari Holocaust. Berlatar pasca-Perang Dunia II, The Brutalist menggambarkan perjuangannya membangun kehidupan baru di Amerika Serikat, sembari menyaksikan bangkitnya modernitas negeri itu.
Kisah László Tóth: Perjalanan Menemukan Harapan
Cerita berfokus pada László Tóth (Adrien Brody), arsitek Yahudi-Hungaria yang terpisah dari istrinya, Erzsébet, dan keponakannya, Zsófia, saat melarikan diri dari Eropa. Berharap meraih impian Amerika, Tóth menghadapi tantangan berat mulai dari diskriminasi hingga kehidupan yang keras di negeri baru.
Tahun 1947, Tóth tiba di Philadelphia dan tinggal sementara bersama sepupunya, Attila, yang menjalankan bisnis furnitur. Mereka mendapat proyek merenovasi perpustakaan milik Harrison Lee Van Buren, seorang industrialis kaya. Namun, hasil kerja mereka ditolak mentah-mentah, membuat Tóth terjebak dalam lingkaran kemiskinan dan kehilangan tempat tinggal.
Kisah berlanjut pada 1950 ketika Tóth tinggal di gereja amal dan berteman dengan Gordon, seorang pria Afrika-Amerika yang juga berjuang untuk bertahan hidup. Persahabatan mereka menghadirkan sisi kemanusiaan di tengah realita keras.
Peluang baru muncul ketika Harrison kembali mencari Tóth setelah mengakui keindahan desain modernnya. Harrison menugaskan Tóth membangun pusat komunitas monumental, sebuah proyek ambisius yang sekaligus menjadi simbol perjuangan dan mimpi Tóth.
Namun, proyek ini juga memperlihatkan sisi gelap kehidupan Tóth, termasuk perjuangannya melawan kecanduan heroin yang semakin memperumit perjalanan hidupnya.
Pujian untuk Adrien Brody dan Brady Corbet
Performa Adrien Brody sebagai László Tóth mendapat pujian tinggi, hingga membawanya meraih penghargaan Best Actor in a Motion Picture – Drama. Ia berhasil menghidupkan kompleksitas karakter yang penuh luka batin, ambisi, dan rasa kehilangan.
Brady Corbet, sutradara film ini, menyebut kemenangan The Brutalist sebagai bukti bahwa cerita mendalam dan personal tetap memiliki tempat di industri film. “Tidak ada yang meminta film 3,5 jam tentang arsitek di 70mm. Tapi kami membuktikan bahwa ini berhasil,” ucapnya.
Perpaduan Seni, Sejarah, dan Emosi
Dengan durasi 3,5 jam, The Brutalist berhasil menggabungkan narasi sejarah, seni arsitektur, dan emosi manusia. Film ini bukan sekadar perjalanan seorang individu, tetapi juga refleksi tentang perjuangan, ketahanan, dan impian dalam membangun kembali kehidupan setelah kehancuran.
Selain Adrien Brody, film ini dibintangi Felicity Jones, Guy Pearce, Joe Alwyn, dan Raffey Cassidy. The Brutalist pertama kali tayang di Venice International Film Festival 2024 dan sejak itu menuai pujian dari kritikus sebagai salah satu karya sinematik terbaik tahun ini. (*)







