Friday, April 17, 2026
HomeBatamRudi Sebut Kapal Wisata Keliling Pulau Masih Wacana

Rudi Sebut Kapal Wisata Keliling Pulau Masih Wacana

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kapal wisata yang dicanangkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membawa pelancong dari pulau utama ke Pulau Belakangpadang, bahkan keliling pulau-pulau yang berada di wilayah perbatasan dengan Singapura belum terealisasi.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi menuturkan rencana ini masih wacana. Pasalnya untuk progresnya harus melalui tahapan yang panjang.

Rencana ini sudah ada sejak 2022 silam. Tujuannya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke pulau  hinterland. Namun hingga 2024 kapal wisata ini masih belum terwujud.

“Baru wacana. Kita harus dudukan lagi, antara pengelola dan pemilik-pemilik boat tambang itu sendiri,” ujar Rudi, Rabu (3/7/2024).

Waktu itu, Rudi menawarkan untuk membuat boat tongkang. Boat wisata yang isinya bisa sampai 200 hingga 300 orang.

“Pernah saya tawari waktu itu dulu ya. Kalau saya bikin boat tongkang, Kalian (masyarakat) yang kelola, gitu. Ini belum duduk. Kalau belum duduk tidak mungkin saya buat sesuatu. Nanti ribut, kasian pak Kapolres. Demo lagi, saya di demo lagi,” katanya.

BACA JUGA:   BPBD Batam Mulai Penyusunan Kajian Risiko Bencana 2025-2029

Kendati demikian, wacana ini masih diproses. Apabila kapal tersebut berjalan, Pelabuhannya juga harus dibangun.

“Kalau enggak dibuat, kapal enggak bisa mepet (sandar). Jadi kita lagi proses. Tunggu aja. Baru wacana. Karena kalau itu dibangun di Belakang Padang pelabuhan harus dibangun juga. Dan ada berapa pulau yang mau kita kelilingi. Tenang aja, jalan studi banding, belum tahu dimana,” katanya.

Saat ini, seperti diketahui, masyarakat dan pelancong menggunakan kapal pompong bermesin dari Pulau Batam ke Pulau Belakangpadang. Kapal berlayar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Layaknya angkutan umum (angkot) di kota besar, kapal berkapasitas belasan orang yang dikelola masyarakat itu menunggu di pelabuhan hingga penumpang penuh atau dinilai cukup, baru kemudian berlayar.

Tidak hanya itu, Wali Kota mengatakan akan melibatkan operator kapal pancung yang biasa melayani masyarakat antarpulau untuk terlibat di kapal itu.

“Mereka yang pekerjaannya bawa boat pancung menjadi prioritas karena hidup mereka ada di situ,” katanya. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER