BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Terganggunya suplai air bersih di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). kembali mendapat sorotan dari Anggota DPRD Kota Batam, Lik Khai. Pasalnya kondisi ini membuat masyarakat menjadi resah.
“Baru sebulan dua bulan tenang tak pernah lagi mati air, sekarang terjadi lagi. Apapun penyebabnya itu alasan aja bagi mereka,” kata Politisi Nasdem ini, Sabtu (1/6/2024).
Lik Khai juga mengecewakan perusahaan pengelola air bersih dalam hal ini PT Air Batam Hilir (ABH) tidak memberikan bantuan air tangki kepada masyarakat. PT ABH memberikan nomor Call Centre, hanya saja masyarakat harus berhadapan dengan sistem.
“Terakhir katanya listrik rusak. Intinya ABH jangan merugikan masyarakat,” ujar Pria yang menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kota Batam ini.
Dalam hal ini, Lik Khai berharap Ombudsman Kepulauan Riau (Kepri) bisa turun. Karena mencakup perlindungan konsumen.
Pantauan Batamstraits.com, hingga Sabtu (1/6/2024) suplai air bersih ke beberapa perumahan terdampak belum merata. Masih banyak warga yang belum mendapat air bersih.
Di antaranya Perumahan Puri Selebiriti, Nongsa, Kota Batam, Kepri, Ica mengaku setiap hari suplai air bersih tidak menyala selama 24 jam. Melainkan jam tertentu saja.
“Jam 6 pagi mati air. Nanti jam 7 malam baru hidup lagi pas saya pulang kerja,” kata Ica.
Pihaknya juga sudah sering melapor kepada Call Centre ABH, hanya saja direspon oleh sistem sehingga tidak bersifat membantu.
“Sudah pernah kami demo. Tapi tak ada hasilnya,” katanya.
Sementara itu, Warga Perumahan Bukit Raya, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepri, Tika mengaku air di perumahannya sudah mengalir pukul 01.00 WIB. Tapi sekira pukul 04.00 suplai air kembali mati.
“Mati air dari hari Kamis, Jumat. Sabtu hidup sebentar eh mati lagi,” sesalnya, Sabtu (1/6/2024).
Ia menambahkan belum semua rumah suplai air bersih menyala. Hanya sebagian warga saja.
“Air tangkinya hanya sampai blok C. Kami di blok D tak dapat,” sesalnya. (uly)









