Thursday, September 24, 2026
HomeBatamRapimprov Kadin Kepri 2026, Mustava Dorong Program Kerja yang Terukur dan Berdampak

Rapimprov Kadin Kepri 2026, Mustava Dorong Program Kerja yang Terukur dan Berdampak

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepulauan Riau mulai menyusun agenda kerja lima tahun ke depan dengan menempatkan dampak nyata bagi dunia usaha dan masyarakat sebagai ukuran keberhasilan organisasi.

Pesan itu menjadi salah satu fokus Ketua Umum Kadin Kepri, Mustava, saat membuka Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Kepri 2026 di Harris Hotel Batam Centre, Kamis (24/9/2026) pagi.

Rapimprov yang mengusung tema “Dari Amanah Menuju Aksi: Memperkuat Peran Strategis Kadin dalam Mendorong Ekonomi Kepri yang Inklusif, Berdaya Saing dan Berorientasi Global” tersebut menjadi forum konsolidasi kepengurusan Kadin Kepri masa bakti 2026-2031 sekaligus pembahasan program kerja periode 2026-2027.

Namun, Mustava menegaskan Rapimprov tidak boleh berhenti pada agenda organisasi maupun daftar kegiatan.

Menurut dia, setiap program Kadin harus memiliki target yang jelas dan dapat diukur, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh pelaku usaha maupun masyarakat.

“Rapimprov adalah momentum penting untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, menyatukan gagasan, serta merumuskan langkah nyata dunia usaha Kepulauan Riau ke depan,” kata Mustava.

Ia meminta jajaran pengurus mengubah pola kerja organisasi agar lebih berorientasi pada hasil. Setiap program, kata dia, harus memiliki target, indikator keberhasilan, penanggung jawab, jadwal pelaksanaan dan hasil yang terukur.

BACA JUGA:   PLN Batam Normalkan Gangguan Pasokan Listrik

“Kita harus membangun budaya kerja: satu program, satu target, satu penanggung jawab, dan satu ukuran keberhasilan,” ujarnya.

Mustava menilai Kepri memiliki modal ekonomi yang besar. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, ditambah keberadaan kawasan industri, pelabuhan, sektor maritim, pariwisata, perdagangan dan UMKM, menjadi peluang yang harus dikonversi menjadi aktivitas ekonomi.

Menurut dia, persoalannya bukan semata-mata pada besarnya potensi, tetapi bagaimana potensi tersebut dapat menghasilkan kegiatan ekonomi yang konkret.

“Potensi harus diubah menjadi peluang. Peluang harus diubah menjadi investasi. Investasi harus diubah menjadi kegiatan ekonomi. Dan kegiatan ekonomi harus menghasilkan lapangan kerja serta kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Karena itu, Kadin Kepri akan mendorong penguatan peran advokasi dan fasilitasi dunia usaha. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain pengembangan UMKM, peningkatan kualitas sumber daya manusia, perdagangan, industrialisasi dan hilirisasi, ekonomi digital, ekonomi hijau, kemaritiman, pariwisata, konektivitas hingga logistik.

Ukuran keberhasilan tersebut, lanjut Mustava, juga harus dapat dilihat dari indikator yang lebih konkret.

BACA JUGA:   Ini Tema Debat Calon Walikota dn Wakil Kedua

“Apakah investasi semakin mudah? Apakah UMKM dapat naik kelas? Apakah lapangan kerja semakin terbuka? Apakah industri semakin berkembang? Apakah perdagangan semakin luas,” katanya.

Untuk menjalankan agenda tersebut, Kadin Kepri akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah pusat, Kadin Indonesia, perguruan tinggi, lembaga keuangan, BUMN, BUMD, asosiasi usaha, investor serta mitra internasional.

“Kolaborasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan,” ujar Mustava.

Di internal organisasi, pembenahan juga menjadi perhatian. Kadin Kepri akan mendorong pembangunan database anggota, peningkatan pelayanan kepada anggota, penguatan Kadin kabupaten/kota serta komunikasi yang lebih terintegrasi antarb idang dan komite.

Mustava meminta seluruh pengurus meninggalkan pola kerja yang berjalan sendiri-sendiri.

“Kita bangun Kadin Kepri sebagai satu kesatuan organisasi, dengan satu visi, satu arah dan satu semangat untuk memajukan dunia usaha dan perekonomian Kepulauan Riau,” katanya.

Dalam Rapimprov 2026, terdapat tiga hasil utama yang ingin dicapai Kadin Kepri. Pertama, konsolidasi organisasi agar seluruh jajaran memiliki pemahaman dan arah gerak yang sama.

BACA JUGA:   Silahturahmi ke Pangkalan Bakamla, pjs Wali Kota Batam: Pererat Sinergitas

Kedua, penyusunan program kerja yang konkret dan terukur sehingga tidak berhenti sebagai rencana di atas kertas. Ketiga, penyusunan rekomendasi dunia usaha kepada pemerintah dan Kadin Indonesia. Rekomendasi tersebut diharapkan dapat membawa aspirasi pelaku usaha Kepri sekaligus menawarkan solusi bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional.

“Kita bicara berdasarkan data, merumuskan berdasarkan kebutuhan, bekerja berdasarkan prioritas dan bergerak berdasarkan hasil,” kata Mustava.

Ia juga menegaskan Kadin Kepri harus menjadi rumah bersama bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pengusaha besar, menengah, UMKM, pengusaha muda hingga berbagai asosiasi dunia usaha. Menurutnya, kekuatan organisasi tidak dapat dibangun oleh satu pihak.

“Tidak ada satu orang yang dapat membangun Kadin sendirian. Kadin hanya akan menjadi kuat apabila kita bekerja bersama,” ujarnya.

Bagi Mustava, arah kerja Kadin Kepri ke depan harus sederhana: memastikan amanah organisasi diterjemahkan menjadi program, program menghasilkan aksi, dan aksi memberikan dampak bagi perekonomian Kepulauan Riau.

“Dari amanah menuju aksi. Dari kolaborasi menuju prestasi. Dari Kepri untuk Indonesia dan dunia,” katanya. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER