BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Wajah Kota Batam kini mulai tampil lebih segar dan estetik. Tanaman bunga kertas atau bougenville tampak menghiasi sejumlah titik kota. Satu di antaranya Kawasan Simpang Kara, tepatnya di deretan Duta Mas dan Bundaran BP Batam.
Pantauan Batamstraits.com pada Jumat (22/4/2026) sore petugas mulai menamami bunga bougenville di dalam pot di Bundaran BP Batam. Penataan ini memang menjadi bagian dari program mempercantik kota yang sebelumnya sempat mendapat sorotan warganet.

Terutama terkait anggaran pengadaan pot bunga. Namun, pemerintah memastikan langkah ini bukan sekadar estetika, melainkan juga soal efisiensi dan fleksibilitas.
Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menjelaskan bahwa penggunaan pot dipilih agar penataan taman kota lebih rapi dan mudah disesuaikan.
“Kenapa ditanam di pot, karena tidak semua tanah di Batam bisa ditanami. Kalau pakai pot, ketika ingin dipindahkan akan lebih mudah. Sekarang bisa dilihat di Duta Mas sudah mulai ditanam bunga,” ujarnya saat membuka kegiatan gotong royong bertajuk Gema Asri Batam di kawasan Rempang Eco City beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keindahan kota. Menariknya, program ini tidak hanya mengandalkan pemerintah.
“Saya minta tolong masyarakat, jangan dirusak ya,” pesannya.
Penataan bougenville turut didukung melalui program CSR dari para pengusaha serta partisipasi masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan mampu membawa Batam menjadi kota yang lebih indah, bahkan menyerupai kota-kota maju seperti di Jepang.
Di lapangan, penanaman dilakukan secara bertahap. Saat ini fokus masih berada di Simpang Kara sebelum dilanjutkan ke titik lain, termasuk kawasan Bundaran BP Batam.
“Saat ini di Simpang Kara sedang dilakukan penanaman bunga kertas. Selanjutnya kami akan menanam bunga yang sama di kawasan Bundaran BP Batam,” ujar salah seorang pekerja di lokasi.
Pemilihan bougenville bukan tanpa alasan. Selain mempercantik kota, tanaman ini dikenal tahan terhadap iklim tropis, minim perawatan, dan mampu tumbuh baik di lingkungan perkotaan yang panas.
Ke depan, BP Batam juga akan menyesuaikan penempatan pot agar tidak mengganggu pengguna jalan. Rencananya, pot bunga akan diletakkan dengan jarak sekitar lima meter dari bahu jalan guna memberikan ruang aman bagi kendaraan, termasuk kendaraan darurat.
Dengan langkah ini, Batam perlahan bertransformasi menjadi kota yang tak hanya berkembang secara ekonomi, tetapi juga nyaman dan enak dipandang. (uly)







