BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Sebanyak 22 talent yang berasal dari Princess Ballet School Duta Mas Batam mengikuti ajang bergengsi bertaraf Internasional yang digelar selama 7 hari. Dimulai dari 20 sampai 26 November 2025 di Singapura.
Kegiatan ini digelar oleh Singapore Dance Alliance dalam acara besar International Arts Festival (IAF) 2025. Anak-anak binaan Miss Lily Munir yang mengikuti ajang Internasional tersebut terdiri dari kategori Solo untuk kelompok usia 5 sampai 21 tahun, diikuti sebanyak 16 orang.
Dan kategori Group untuk kelompok usia 10 tahun dan 15 tahun diikuti sebanyak 2 group dengan jumlah talent sebanyak 6 orang yang telah dipersiapkan untuk berlomba. Mengikuti kriteria penilaian yang sangat ketat.
Seperti variasi koregrafi, tingkat kelenturan perform ballet shoes, teknik yang leluasa dan aman, musikalitas, penguasaan panggung/floor, ketajaman pergerakan, keserasian gerakan, kekuatan dan kecepatan, ekspresi budaya yang diangkat, dan perubahan formasi serta ketepatan waktu.
Ratusan talent yang berasal dari Indonesia, Singapore, Malaysia, Thailand, Philippina, Taiwan dan China sudah memadati tempat pertandingan pada University Culture Centre Theatre di National University of Singapore satu hari sebelum pertandingan dimulai.
Para talent yang berasal dari Kota Batam yang berbasis di bilangan Kawasan Duta Mas Batam Centre tersebut tampil dengan penuh percaya diri. Mereka menampilkan keterampilan Ballet Dance dalam berbagai kategori yang dipertandingkan secara bergantian sesuai jadwal lomba yang diatur oleh panitia penyelenggara International Arts Festival tersebut.
Sekalipun Princess Ballet School baru pertama kalinya tampil mengikuti pertandingan IAF, akan tetapi wajah-wajah penuh optimisme dan penampilan terbaik dengan rasa percaya diri yang tinggi selalu ditunjukkan para anak-anak kebanggan masyarakat Kota Batam tersebut selama pertandingan.
Dan lebih membanggakannya lagi seluruh delegasi berhasil membawa sebanyak 19 medali. Dengan kategori 1 medali untuk Out standing teacher awards Champion awards untuk kategori groups, 1 medali Platinum award untuk kategori groups, 1 medali Gold awards untuk kategori groups, 1 medali Gold award untuk kategori solo, 4 Silver award untuk kategori solo serta 11 Bronze award untuk kategori solo.
Beberapa peserta yang baru pertama kalinya tampil di ajang tersebut seperti Bellawrence Triartha Shanaya Panjaitan dan Cintya Natasya Thilagaratnam, dan Eudora Kameaprasita berhasil menggondol Bronze Award untuk masing-masing kategori berbeda.

Menanggapi hal tersebut, Kadis Kominfo Kota Batam, Rudy Panjaitan, menyambut baik prestasi yang diraih oleh anak-anak berbakat khususnya dalam bidang tari ballet di Kota Batam tersebut.
Ia berharap ajang internasional sejenis dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai momentum untuk memperkenalkan seni budaya Kota Batam kepada delegasi lainnya dari berbagai negara.
Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga menyampaikan apresiasi kepada Princess Ballet School atas inisiasinya mengirimkan anak-anak Kota Batam dalam event bertaraf Internasional seperti IAF 2025.
Hal ini untuk memberikan pengalaman dan menambah kepercayaan diri generasi-generasi muda Kota Batam.
Ke depannya bisa mengisi kegiatan-kegiatan yang sangat positif sebagai salah satu alternatif mengurangi banyaknya berbagai aktifitas digital bagi anak-anak sekolah di Kota Batam, harapnya dengan optimis. (uly)







