Sunday, May 31, 2026
HomeBatamSPPG Nongsa #04 Resmi Beroperasi Dukung Program MBG Presiden Prabowo

SPPG Nongsa #04 Resmi Beroperasi Dukung Program MBG Presiden Prabowo

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nongsa #04 di Ruko Permata Bandara Nomor 35-38, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) resmi beroperasi, Rabu (22/10/2025) pagi. Peresmian ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita.

Mitra Dapur SPPG Batu Besar #04, Diana Marthina Chalim, S.Si, mengatakan SPPG ini berguna meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menyukseskan program MBG dari Presiden Pak Prabowo. Tujuannya mewujudkan anak-anak yang cerdas, produktif, dan memiliki kualitas gizi yang baik untuk Indonesia Emas 2045,” ujar Diana, yang juga menjabat sebagai Pembina Perkumpulan Chef Profesional Indonesia (PCPI).

Peresmian ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita. (uly)
Peresmian ini ditandai dengan pemotongan tumpeng dan pengguntingan pita. (uly)

Diana menjelaskan, dapur SPPG Batu Besar #04 berdiri di atas lahan seluas 400 meter persegi, dilengkapi berbagai zona penunjang yang dirancang agar para kepala SPPG, akuntan, dan ahli gizi dapat bekerja secara optimal sesuai standar BGN.

Dalam operasionalnya, dapur ini melibatkan 47 relawan serta tenaga kerja lokal yang telah mendapatkan gaji dan jaminan BPJS. Kapasitas produksi juga meningkat secara bertahap.

“Awalnya kami distribusikan 1.000 porsi makanan, dan setelah 10 hari akan meningkat hingga 3.000 porsi,” kata Diana yang didampingi Dicky R. Prasetya.

BACA JUGA:   PLN Batam Tingkatkan Kepedulian Sosial Melalui Donor Darah

Menurutnya, dapur ini tidak hanya menjadi pusat produksi makanan bergizi, tetapi juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.

“Selain mendukung peningkatan gizi anak-anak, kami juga ingin dapur ini bisa menggerakkan roda ekonomi masyarakat sekitar,” ujar Wanita yang menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Jasa Boga Bina Kuliner ini.

Sementara itu, Kepala SPPG Nongsa Batu Besar #04, Nanda Gustrie Yani, menuturkan dapur ini akan melayani sekitar 3.000 penerima manfaat dari jenjang TK hingga SMK dengan jangkauan distribusi maksimal 6 kilometer.

“Kami mulai memasak pukul 02.00 dini hari, lalu pendistribusian dilakukan selama empat jam agar makanan sampai ke sekolah dalam kondisi terbaik,” jelas Nanda.

Peresmian yang dihadiri Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Batam, Hendri Arulan, ini menandai beroperasinya dapur baru yang siap mendukung Program Makan Bergizi (MBG) gagasan Presiden Prabowo Subianto. Ia memberikan apresiasi terhadap inisiatif kolaboratif ini.

“Kita memberikan apresiasi atas peresmian dapur ini. Saya diarahkan Beliau (Walikota) untuk menghadiri acara SPPG ini. Karena acara hari Santri. Program ini bertujuan meningkatkan SDM, mengatasi mal nutrisi dan stunting. Disisi lainnya bisa menjadi tempat roda ekonomi juga. Program ini harus didukung,” kata Hendri dalam kata sambutannya.

BACA JUGA:   BP Batam Bangun Sembilan Ruas Jalan Tahun 2025

Hendri menegaskan pentingnya menjaga mutu, higienitas, dan ketepatan menu agar program MBG berjalan sesuai standar.

“Program ini bertujuan meningkatkan SDM dan mengatasi malnutrisi serta stunting. Ini juga bisa menjadi penggerak ekonomi lokal. Karena itu, semua pihak harus bekerja dengan teliti dan penuh tanggung jawab,” kata Hendri.

Diakuinya MBG ini merupakan program Presiden dan Wakil Presiden masuk ke Astacita yang keempat. Program ini memperkuat Sumber Daya Manusia (SDM).

“Jumlah SPPG di Batam targetnya 120 hingga 125 SPPG yang rencana akan dibangun. Yang aktif ada 66, dan 68 sedang dalam proses,” kata Hendri.

Ia melanjutkan khusus Kecamatan Nongsa ada 8 SPPG, yang sudah aktif 7 dan masih ada 1 lagi berarti yang akan diresmikan. Semoga SPPG Nongsa 04 ini sukses dan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia melanjutkan penerima manfaatnya mulai dari ibu hamil dan menyusui melalui Posyandu, Paud hingga SMA/SMK. Ia juga mengingatkan kondisi kelalaian yang selama ini terjadi yang dikarenakan kelalaian atau Human Eror.

“Seperti ketemu jangkrik, belatung, lalat dan lainnya. Mohon dipihak dapur bekerja dengan teliti jangan sampai terjadi,” katanya.

Ia juga mengimbau pihak guru-guru disekolah setelah terima MBG, harus dicek omprengnya. Jangan jadi permasalahan dan viral.

BACA JUGA:   Telkom Tegaskan Peran Strategis dalam Menghadirkan Kedaulatan Digital yang Berkelanjutan bagi Indonesia

“Kemarin di Sagulung, 18 anak setelah menikmati MBG dapat gangguan kesehatan. Sata tinjau langsung kesana. Saya mohon betul kepada SPPG, ahli Gizi, pengelola dapur harus safety. Jangan ada tamu yang tak diundang masuk dapur. Misalnya lalat yang cepat mengeluarkan telurnya,” tegasnya.

Hendri juga mengatakan jarak produksi dengan penerima jangan sampai terlalu jauh. Kebutuhan gizi juga harus diperhatikan.

“Di Sagulung jg pernah kejadian. Mereka ubah menu karbohidrat dari nasi ke kentang, tapi kentangnya terlalu sedikit  jadi harus di sesuaikan. Dilaksanakan sesuai SOP dan layak di konsumsi,” ujarnya.

Ia menambahkan ada informasi, bahwasanya pelaksanaan MBG dilaksanakan selama 5 hari. Sedangkan aturan dari SPPG terbaru saat ini 6 hari.

“Kalau ada sekolah yang hanya sampai Jumat, berarti Jumat dititipkan buat sabtu tetapi makanan kering,” ujarnya.

Sedangkan Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kepri, Sugiarto, menyebutkan saat ini di Batam telah berdiri 69 SPPG yang melayani sekitar 328 ribu penerima manfaat, menjadikan Batam salah satu daerah dengan cakupan terbesar di Kepri.

“Semoga SPPG Batu Besar #04 berjalan maksimal dan terus berkontribusi bagi peningkatan gizi anak-anak di Batam,” ujarnya.

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER