Monday, April 20, 2026
HomeBatamRealisasi Investasi di Batam Tembus Rp33,72 Triliun pada Semester I Tahun 2025

Realisasi Investasi di Batam Tembus Rp33,72 Triliun pada Semester I Tahun 2025

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Realisasi investasi di Kota Batam mencatatkan pertumbuhan signifikan sepanjang semester pertama 2025. Hingga Juni 2025, investasi yang berhasil terealisasi mencapai Rp33,72 triliun atau 56,2 persen dari target tahunan Rp60 triliun.

Kepala Biro Umum BP Batam, Muhammad Taofan, mengatakan capaian tersebut menunjukkan Batam masih menjadi magnet investasi di Asia Tenggara. Lonjakan terbesar ditopang oleh masuknya investasi asing (PMA) yang pada triwulan II/2025 mencapai Rp8,17 triliun.

“Realisasi investasi PMA di Batam tumbuh 497 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp1,37 triliun. Data ini memperlihatkan minat kunjungan calon investor berbanding lurus dengan realisasi di lapangan,” ujar Taofan di Batam, Rabu (1/10/2025).

Selain realisasi investasi, minat calon investor juga cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga Juli 2025, sebanyak 86 calon investor telah melakukan penjajakan kerja sama di Batam. Dari jumlah itu, 53 berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan 33 dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

China menjadi negara dengan calon investor terbanyak yakni 17 perusahaan, disusul Singapura dengan 7 perusahaan, dan Amerika Serikat sebanyak 5 perusahaan.

BACA JUGA:   Disnaker Buka Pelatihan Kerja untuk Penyandang Disabilitas 2025 Mendatang

“Ketiga negara ini menjadi motor pendorong masuknya investasi baru ke Batam, sejalan dengan tren globalisasi industri manufaktur, logistik, serta sektor jasa modern,” ujar Taofan.

Adapun tiga sektor yang paling diminati investor sepanjang 2025 adalah industri pengolahan/manufaktur, pendidikan, serta konstruksi.

Menurut BP Batam, sektor tersebut dinilai memiliki prospek jangka panjang seiring dengan posisi strategis Batam dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang.

Posisi Batam sebagai hub perdagangan dan industri di Asia Tenggara juga diperkuat dengan proyek strategis, seperti pengembangan Bandara Hang Nadim dan modernisasi Pelabuhan Batuampar.

“Infrastruktur terintegrasi ini menjadi salah satu alasan utama investor menjadikan Batam sebagai basis operasi regional,” katanya.

Dengan tren positif tersebut, BP Batam optimistis momentum investasi akan terus terjaga hingga akhir tahun.

“Calon investor yang datang ke Batam mencerminkan adanya keyakinan besar bahwa kawasan ini siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Asia Tenggara,” kata Taofan. (*/uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER