BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menegaskan komitmen menjadikan Kepri sebagai pusat perdagangan dan ekspor berkelas dunia, dengan dukungan kebijakan strategis bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Posisi Kepri yang berada di jalur Selat Malaka dilintasi lebih dari 80 ribu kapal dan 70 juta kontainer setiap tahun dianggap sebagai peluang emas untuk memacu pertumbuhan ekonomi.
“Kita harus memanfaatkan posisi strategis ini seoptimal mungkin,” ujar Ansar saat membuka Pekan Pengembangan Ekspor di Balairung Sari, BP Batam, Kamis (14/8/2025), bersama Menteri Perdagangan RI Budi Santoso.
Ekonomi Kepri Melaju Kencang
Sejak terpuruk -3,38 persen di masa pandemi, ekonomi Kepri melesat hingga 7,14 persen pada Triwulan II 2025, tertinggi di Sumatra dan ketiga nasional.
Investasi pun mengalir deras: target 2024 sebesar Rp35 triliun tembus menjadi Rp47 triliun, dan hampir Rp30 triliun terealisasi di paruh pertama 2025, mayoritas dari Penanaman Modal Asing (PMA).
Nilai ekspor hingga pertengahan tahun ini tercatat 12 juta dolar AS. Batam tetap menjadi lokomotif, namun Bintan, Karimun, dan daerah lainnya juga tengah digenjot.
Untuk menembus pasar ekspor, Pemprov Kepri menyiapkan fasilitas sterilisasi produk agar memenuhi standar internasional. Sudah lima produk UMKM yang mendapat izin edar BPOM melalui proses ini, dan jumlahnya akan terus bertambah.
Selain itu, program subsidi bunga nol persen telah menyalurkan Rp36,1 miliar kepada 1.565 UMKM, dengan plafon pinjaman maksimal Rp40 juta per usaha.
“Kita ingin UMKM Kepri bisa bersaing di pasar global, tidak hanya mengandalkan Batam, tapi juga mengangkat potensi daerah lain,” kata Ansar.
Kolaborasi Pusat dan Daerah Jadi Kunci
Ansar menutup dengan apresiasi kepada Kementerian Perdagangan dan mitra strategis.
“Dengan kerja sama pusat, daerah, dan antardaerah, produk kita bisa terus meningkat kualitas dan jangkauannya,” katanya. (uly)







