Monday, April 27, 2026
HomeBatamBatam Sabet Penghargaan Nasional 2026 atas Penurunan Kemiskinan dan Stunting

Batam Sabet Penghargaan Nasional 2026 atas Penurunan Kemiskinan dan Stunting

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Kota Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri, Batam meraih penghargaan dalam kategori penurunan kemiskinan dan stunting.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan pemerintah daerah dalam melakukan inovasi dan perbaikan di berbagai aspek pembangunan.

“Ajang ini memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang berhasil melakukan inovasi dan perbaikan pada beberapa aspek, di antaranya inovasi, penurunan angka kemiskinan dan stunting, penurunan tingkat pengangguran terbuka, serta pembiayaan kredit,” ujar Amsakar di Batam, Senin.

Ia menambahkan, Batam masuk dalam beberapa kategori penilaian, namun penghargaan yang diraih secara khusus adalah pada sektor penurunan kemiskinan dan stunting. Capaian ini dinilai sebagai indikator nyata bahwa program pembangunan yang dijalankan telah memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Saya selalu mengatakan bahwa jika pemerintah mampu menurunkan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran, itu merupakan capaian luar biasa. Artinya, pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak yang baik,” katanya.

BACA JUGA:   Sampaikan Ranperda Perubahan APBD dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2024, Jefridin Sampaikan APBD Kota Batam Rp3,831 Triliun

Amsakar menegaskan, pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga mencakup peningkatan kesejahteraan masyarakat serta pemberdayaan kelompok rentan.

Berdasarkan data, angka kemiskinan di Batam mengalami penurunan dari 4,85 persen pada 2024 menjadi 3,81 persen pada 2025.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menjelaskan bahwa secara jumlah, kasus stunting juga mengalami penurunan. Pada 2024, tercatat sebanyak 840 balita stunting dari total 65.844 balita yang ditimbang. Angka ini turun menjadi 785 balita dari 57.006 balita yang ditimbang pada 2025.

Namun, ia mengungkapkan bahwa prevalensi stunting pada 2025 tercatat sebesar 1,38 persen, sedikit meningkat dibandingkan 1,28 persen pada 2024. Hal ini terjadi karena jumlah balita yang ditimbang sebagai pembagi mengalami penurunan.

“Secara jumlah, kasus stunting menurun. Namun secara prevalensi terlihat naik karena jumlah balita yang ditimbang sebagai pembagi juga menurun,” jelas Didi.

Meski demikian, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), tren prevalensi stunting di Batam dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan penurunan signifikan, dari 15,2 persen pada 2022 menjadi 2,35 persen pada 2023.

BACA JUGA:   Erlitta Amsakar Tunjukkan Komitmen Pemberdayaan Keluarga di Muskomwil I Apeksi

Penurunan tersebut didukung oleh berbagai program intervensi berkelanjutan, mulai dari pemantauan kesehatan sejak bayi lahir, peran aktif kader posyandu, hingga pemberian vitamin dan intervensi gizi lainnya.

“Setiap anak yang dilahirkan langsung dicek dan dilakukan pencegahan, termasuk melalui peran kader posyandu dan pemberian vitamin. Upaya ini dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya. (uly)

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER