Saturday, April 18, 2026
HomeBatamSakit Hati Sering Direndahkan, Oknum Honorer Dinas CKTR Batam Habisi Nyawa Rekan...

Sakit Hati Sering Direndahkan, Oknum Honorer Dinas CKTR Batam Habisi Nyawa Rekan Kerjanya

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Seorang pegawai honorer Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Batam, Faras Kausar(26) nekat menghabisi nyawa rekan kerjanya, Hafiz Rinanda (29), Senin (14/4/2025) pagi. Hal ini dibenarkan oleh Kapolsek Sekupang, Kompol Benhur Gultom.

“Benar ada kejadian itu pagi tadi, korban dinyatakan meninggal dunia sementara pelaku sudah kita amankan. Pisau yang digunakan baru saja dia beli dari salah satu toko di kawasan Tiban,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (14/4/2025) siang.

Diakuinya peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.30 WIB, saat korban duduk merokok di belakang kantor Dinas Cipta Karya Kota Batam. Sebelum peristiwa, korban disebut sempat dipanggil oleh pelaku. Saat bertemu pelaku langsung menggorok leher korban dengan sebilah pisau yang disembunyikan di dalam kantong.

Peristiwa ini disaksikan oleh rekan kerja keduanya, yang langsung membawa korban menuju Rumah Sakit BP Batam guna mendapat tindakan medis. Namun korban yang mengalami pendarahan hebat kemudian dinyatakan meninggal dunia.

“Korban yang sedang duduk merokok, kemudian dipanggil oleh pelaku. Saat bertemu korban langsung digorok lehernya,” katanya.

BACA JUGA:   Berkolaborasi dengan PT Aruna, PLN Batam Akan Kelola PLTS Ground Mounted Terbesar di Indonesia

Peristiwa berdarah yang menewaskan seorang pegawai honorer di Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Batam pada ini menjadi pengingat kelam tentang dampak kata-kata yang menyakitkan.

Ia mengatakan si pelaku pembunuhan mengaku telah memendam sakit hati selama satu tahun karena kerap direndahkan dan dimaki oleh korban.

“Menurut keterangan pelaku, sakit hati itu sudah dia tahan selama satu tahun,” katanya.

Dari keterangan kepolisian, Faras sempat masuk kerja pada pagi hari, namun kemudian pulang ke tempat kosnya di kawasan Tiban. Di sana ia berganti pakaian dan membeli sebilah pisau di minimarket dekat tempat tinggalnya. Pisau itu ia selipkan di saku celana, lalu kembali ke kantor dengan satu niat yang sudah bulat.

“Pelaku mendatangi korban, membekap dari belakang, satu tangan memegang leher, tangan lainnya langsung menggorok,” kata Benhur.

Aksi brutal tersebut terjadi di lingkungan kantor, tempat yang seharusnya menjadi ruang profesional.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki apakah tindakan ini termasuk dalam kategori pembunuhan berencana. (uly)

BACA JUGA:   Sosialisasi Opsen PKB dan BBNKB, Bapenda Libatkan Perbankan hingga Beri Door-Prize Umrah
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER