Sunday, November 8, 2026
HomeBatamPenuh Sukacita, Pesta Transformasi dan Parheheon Sekolah Minggu HKBP Batam Center Pererat...

Penuh Sukacita, Pesta Transformasi dan Parheheon Sekolah Minggu HKBP Batam Center Pererat Kebersamaan

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Sukacita dan semangat kebersamaan mewarnai Pesta Tahun Transformasi dan Parheheon Sekolah Minggu Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Ressort Batam Center Distrik XX Kepri, Minggu (8/11/2026).

Perayaan yang digelar tepat di samping kanan gedung gereja dengan menggunakan tenda tersebut berlangsung penuh kehangatan. Anak-anak, kaum muda hingga orang tua berkumpul dalam satu sukacita, merayakan kebersamaan sekaligus memperkuat iman sebagai keluarga besar HKBP Batam Center.

Rangkaian acara diawali dengan tarian prosesi yang dibawakan oleh 11 Anak Sekolah Minggu (ASM). Mereka tampak menggunakan pakaian adat bernuansa ulos.

Sementara di kursi yang disediakan, ratusan ASM Mengenakan busana bernuansa putih yang dipadukan dengan ulos, anak-anak tersebut tampil penuh semangat. Suasana semakin semarak ketika lagu Mars Sekolah Minggu dikumandangkan.

Penampilan sederhana namun penuh makna itu menjadi gambaran semangat generasi muda gereja dalam mengambil bagian dalam pelayanan sejak usia dini. Setelah prosesi pembukaan, ibadah pun dimulai.

Berbagai lagu pujian dibawakan dengan penuh penghayatan. Lantunan suara jemaat yang berpadu dalam nyanyian rohani menghadirkan suasana khusyuk dan penuh sukacita.

Antusiasme jemaat terlihat sepanjang ibadah. Anak-anak hingga orang tua mengikuti setiap rangkaian dengan penuh perhatian. Kebersamaan yang terbangun di tengah perayaan tersebut menjadi gambaran bahwa momentum gerejawi bukan hanya tentang berkumpul, tetapi juga mempererat hubungan persaudaraan dan meneguhkan iman.

BACA JUGA:   Kejagung Klarifikasi Keterangan Terdakwa Terkait Celine Evangelista dan Jaksa Agung

Dalam khotbahnya, Pimpinan Gereja HKBP Ressort Batam Center, Pendeta Wesly Sianturi, mengajak seluruh jemaat untuk melakukan introspeksi diri. Serta memiliki keberanian mengakui kesalahan dan kekurangan masing-masing.

Ia mengingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari masih banyak orang yang sulit mengakui kesalahannya sendiri. Bahkan, tidak jarang seseorang justru berusaha melemparkan kesalahan kepada orang lain, seolah-olah dirinya maupun kelompoknya selalu berada di pihak yang benar.

Padahal, setiap manusia tidak luput dari dosa, kesalahan, dan kekurangan. Karena itu, sikap rendah hati untuk mengakui kesalahan menjadi langkah penting dalam memperbaiki diri sekaligus membangun kehidupan yang lebih baik.

“Marilah kita mengakui kesalahan dan kekurangan agar ke depannya lebih baik,” kata Pendeta Wesly.

Pesan tersebut menjadi salah satu refleksi penting dalam perayaan Tahun Transformasi. Perubahan, menurut pesan yang disampaikan dalam khotbah tersebut, tidak cukup hanya menjadi ucapan atau slogan, tetapi harus dimulai dari keberanian setiap pribadi untuk melihat kekurangan diri sendiri.

Semangat transformasi sejatinya perlu diwujudkan melalui perubahan sikap, perkataan, dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik di tengah keluarga, lingkungan gereja maupun masyarakat.

BACA JUGA:   15 Perusahaan dari 5 Negara Hadir ASEAN Business Forum di Batam

Makna transformasi dan kebangkitan bukan semata-mata terlihat dari kemeriahan sebuah perayaan. Lebih dari itu, perubahan harus tumbuh dari hati setiap pribadi, diwujudkan melalui keberanian mengakui kesalahan, ketulusan dalam melayani, serta kesediaan untuk terus berjalan bersama dalam kasih dan kebersamaan.

Tortor, Sukacita Sekaligus Pelestarian Budaya

Usai rangkaian ibadah, suasana perayaan semakin meriah dengan kegiatan tortor, tarian tradisional Batak yang menjadi salah satu bentuk ungkapan sukacita sekaligus simbol pelestarian budaya dan identitas masyarakat Batak.

Musik gondang dan gerakan tortor menghadirkan suasana kekeluargaan yang semakin terasa. Jemaat dari berbagai kalangan turut menikmati kemeriahan kegiatan tersebut. Anak-anak Sekolah Minggu pun tampak larut dalam sukacita perayaan.

Kekompakan jemaat terlihat sepanjang kegiatan. Masing-masing mengambil bagian dan saling mendukung demi menyukseskan pesta tahunan tersebut. Tidak ada sekat di antara jemaat. Semua berkumpul, berbagi kebahagiaan, dan menikmati momen istimewa sebagai satu keluarga besar HKBP Batam Center.

Perayaan ini pun menjadi lebih dari sekadar kegiatan seremonial gereja. Di dalamnya terdapat semangat untuk memperkuat iman, membangun kebersamaan, menumbuhkan semangat pelayanan, sekaligus menjaga warisan budaya yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Batak.

BACA JUGA:   Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, BP Batam Gelar FGD Monev Pengelolaan Pengaduan

Suasana kekeluargaan kemudian berlanjut dalam kegiatan makan bersama. Momen sederhana ini menjadi salah satu bagian yang dinantikan karena memberikan kesempatan bagi jemaat untuk bercengkerama, saling menyapa, dan mempererat hubungan persaudaraan.

Di tengah kesibukan dan rutinitas masing-masing, kesempatan berkumpul seperti ini menjadi ruang berharga untuk kembali merasakan hangatnya kebersamaan. Tidak hanya berbagi makanan, tetapi juga berbagi cerita, tawa, dan perhatian satu sama lain.

Rangkaian Pesta Tahun Transformasi dan Parheheon Sekolah Minggu tersebut juga ditutup dengan pengundian berbagai hadiah yang telah dipersiapkan panitia. Agenda ini semakin menambah antusiasme jemaat untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.

Melalui perayaan tersebut, HKBP Ressort Batam Center tidak hanya menghadirkan sebuah pesta tahunan, tetapi juga mengingatkan kembali pentingnya membangun kehidupan bergereja yang berlandaskan iman, kerendahan hati, pelayanan, dan persaudaraan.

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER