Tuesday, September 29, 2026
HomeBatamKetika 523 Wisudawan Membawa Pulang Gelar dan Cerita Panjang

Ketika 523 Wisudawan Membawa Pulang Gelar dan Cerita Panjang

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Sejak pagi, kawasan Universitas Riau Kepulauan (Unrika) dipenuhi toga, bunga, kamera, dan keluarga yang datang membawa kebahagiaan masing-masing.

Sabtu (26/9/2026) menjadi hari istimewa bagi 523 mahasiswa Unrika. Satu per satu nama mereka dipanggil ke panggung dalam Wisuda ke-XLII Periode Akademik 2025/2026.

Bukan hanya para wisudawan yang memenuhi kampus. Orang tua, keluarga, kerabat, dan sahabat ikut hadir menyaksikan momen yang bagi sebagian keluarga menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang di bangku perguruan tinggi.

Besarnya jumlah orang yang hadir menjadi salah satu alasan Unrika membagi prosesi wisuda ke dalam dua sesi.

Sebanyak 263 wisudawan mengikuti prosesi pagi, mulai pukul 07.30 hingga 11.30 WIB. Sementara 260 wisudawan lainnya menjalani prosesi pada siang hari, pukul 13.30 hingga 17.30 WIB.

Dosen Pendidikan Profesi Guru (PPG) Unrika yang juga menjadi bagian dari seksi acara, Shalehoddin, mengatakan pembagian sesi dilakukan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan seluruh peserta yang hadir di Amarullah Nasution Convention Center (ANCC) Unrika.

“Kenapa dibuat dua sesi? Karena demi kenyamanan dan keamanan bersama,” ujarnya.

Menurut dia, kapasitas gedung ANCC Unrika sekitar 1.500 orang. Sementara jumlah orang yang berpotensi hadir jauh lebih besar jika para wisudawan datang bersama keluarga.

BACA JUGA:   Polsek Bengkong Perkuat Etika Personel lewat Sosialisasi Perpol dan Pemeriksaan Propam

Secara matematis, apabila setiap wisudawan membawa rata-rata tiga orang pendamping, 523 wisudawan dapat membawa sekitar 1.569 pendamping. Jika digabung dengan para wisudawan, jumlah orang yang hadir bisa mencapai sekitar 2.092 orang.

Angka tersebut tentu merupakan perkiraan karena jumlah pendamping setiap wisudawan tidak sama. Di balik pembagian dua sesi tersebut, ratusan lulusan datang dari berbagai program studi. Pada sesi pertama, Program Pascasarjana membuka rangkaian prosesi. Magister Manajemen mencatat 90 wisudawan, Magister Hukum 18 orang, dan Magister Pendidikan dua orang.

Dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, sebanyak 106 mahasiswa menerima gelar. Rinciannya, 89 lulusan dari Program Studi Manajemen dan 17 lulusan dari Akuntansi.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan menyumbang 27 lulusan. Mereka terdiri atas Pendidikan Biologi empat orang, Pendidikan Bahasa Inggris tujuh orang, Pendidikan Sejarah delapan orang, dan Bimbingan Konseling delapan orang.

Sementara itu, Program Studi Ilmu Pemerintahan dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik mewisuda 20 orang. Jika seluruhnya dijumlahkan, sesi pertama diikuti 263 wisudawan.

BACA JUGA:   PLN Batam Berpartisipasi Perkuat Sistem Kelistrikan di Sulbagsel

Prosesi berlanjut pada sesi kedua yang diisi Fakultas Teknik dan Fakultas Hukum. Fakultas Teknik meluluskan 98 mahasiswa dari lima program studi. Teknik Industri menjadi penyumbang terbanyak dengan 44 lulusan, disusul Teknik Mesin 19 orang, Teknik Sipil 16 orang, Teknik Elektro 13 orang, dan Arsitektur enam orang.

Fakultas Hukum menjadi kelompok terbesar pada sesi kedua. Program Studi Ilmu Hukum mencatat 162 wisudawan. Total 260 mahasiswa mengikuti prosesi pada sesi kedua. Dengan demikian, sebanyak 523 mahasiswa resmi menyandang status sebagai lulusan Unrika pada periode akademik 2025/2026.

Wisuda tersebut dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII yang menaungi Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, Dr. H. Noprialdi, M.Kes., Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, serta Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Batam Edwin Agung Wibowo, S.E., M.Com.

Rektor Unrika Prof. Dr. Hj. Sri Langgeng Ratnasari, S.E., M.M., turut hadir memimpin prosesi sebagai bagian dari momentum pelepasan para lulusan.

Ketua Panitia Wisuda Periode XLII Tahun Akademik 2025/2026, Novita Mandasari Hutagaol, mengatakan tahun ini Unrika mewisuda 523 lulusan dari berbagai program studi.

BACA JUGA:   Fary Francis: Agrowisata dan Wisata Bahari Berpotensi Jadi Penggerak Ekonomi Batam

Di tengah angka-angka tersebut, ada cerita yang jauh lebih personal. Bagi 523 wisudawan, hari itu bukan sekadar perpindahan status dari mahasiswa menjadi lulusan. Ada tugas yang diselesaikan hingga larut, ujian yang harus dilewati, pertemanan yang terbentuk selama kuliah, kegagalan yang harus diperbaiki, hingga keluarga yang ikut menunggu hari kelulusan.

Tepuk tangan dan kamera yang terus menyala menjadi bagian dari suasana di sekitar panggung. Setiap nama yang dipanggil membawa cerita masing-masing.

Bagi keluarga yang hadir, momen itu menjadi kesempatan menyaksikan hasil dari perjalanan panjang anak mereka.

Namun bagi para lulusan, wisuda bukanlah garis akhir. Gelar yang dibawa pulang pada Sabtu itu justru menjadi awal dari perjalanan berikutnya memasuki dunia kerja, melanjutkan pendidikan, membangun usaha, atau memilih jalan lain setelah bertahun-tahun berada di lingkungan kampus.

Ketika 523 nama akhirnya selesai dipanggil, prosesi pun berakhir. Satu generasi meninggalkan ruang-ruang akademik Unrika. Di tempat yang sama, generasi berikutnya akan datang dan memulai cerita mereka sendiri. (uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER