Tuesday, May 26, 2026
HomeBatamImlek Nusantara di Batam: Saat Harmoni dan Toleransi Menyala di Langit Nagoya

Imlek Nusantara di Batam: Saat Harmoni dan Toleransi Menyala di Langit Nagoya

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Langit Nagoya, Senin (16/2/2026) malam, berpendar cahaya kembang api. Dentuman meriam warna-warni itu menjadi penanda dimulainya perayaan Tahun Baru Imlek 2577/2026 di kawasan Komplek Bumi Indah. Di bawah langit yang semarak, ribuan warga tumpah ruah, larut dalam suasana penuh sukacita dan kebersamaan.

Tak lama berselang, barongsai meliuk di atas panggung, diiringi tabuhan tambur yang menghentak. Sorak penonton bersahut-sahutan, menciptakan energi yang hangat di tengah malam. Perayaan Imlek Nusantara tahun ini bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga cermin harmoni di kota yang dikenal sebagai miniatur Indonesia.

Acara yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB itu dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah. Tampak hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Transmigrasi RI, Kapolda Kepri, Wakapolda Kepri, Pejabat Utama Polda Kepri, jajaran Forkopimda Provinsi Kepri dan Kota Batam, Ketua PSMTI Pusat dan Ketua PSMTI Kota Batam, seluruh anggota Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia, serta masyarakat Kota Batam.

Setelah penampilan pembuka, suasana khidmat terasa saat lagu Indonesia Raya dan lagu Kota Batam dikumandangkan. Tarian persembahan mengalir anggun, menyambut para tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara.

BACA JUGA:   Mengenal Julia Barretto, Bersama Nicholas Saputra Aktris Filipina Ini Membintangi Serial Viu Secret Ingredient

Ketua PSMTI Kota Batam dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pejabat pusat dan daerah yang merayakan Imlek bersama masyarakat. Tema tahun ini, “Harmonis Imlek Nusantara”.

“Mencerminkan semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan dalam keberagaman budaya Indonesia. Melalui perayaan ini, ia berharap silaturahmi semakin erat dan semangat kebangsaan semakin kuat,” ujarnya.

Wali Kota Batam mengajak masyarakat menjadikan pergantian tahun sebagai momentum evaluasi dan refleksi. Ia menekankan pentingnya kolaborasi serta sinergi untuk mendorong pembangunan Kota Batam. Di sisi lain, pemerintah daerah terus berupaya menyelesaikan berbagai persoalan mendasar seperti air bersih, sampah, dan banjir, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menegaskan bahwa Batam adalah kota multikultural yang menjadi miniatur Indonesia. Keberagaman suku, agama, ras, dan budaya hidup berdampingan dalam harmoni.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat persatuan dalam perayaan Imlek, sekaligus mendorong pembangunan infrastruktur yang berkeadilan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, posisi Batam sebagai kawasan Free Trade Zone sangat strategis dan harus terus didorong pertumbuhan ekonominya secara inklusif. Pemerintah juga mengapresiasi kontribusi masyarakat Tionghoa, khususnya pelaku usaha dan industri, dalam membuka lapangan pekerjaan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

BACA JUGA:   Polda Kepri dan BC Bongkar Skema Joki Pembawa Koper Pakaian Bekas dari Singapura

Puncak perayaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Dentangnya menggema, menjadi simbol dimulainya Tahun Baru Imlek 2577/2026 sekaligus penegasan semangat persatuan di tengah keberagaman.

Di sisi pengamanan, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H. melalui Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H. menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Imlek kepada seluruh masyarakat yang merayakan.

Ia mengapresiasi terselenggaranya kegiatan secara aman, tertib, dan penuh kebersamaan sebagai wujud nyata toleransi serta persatuan di Kota Batam. Polda Kepri bersama seluruh unsur pengamanan, lanjutnya, berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif agar setiap kegiatan masyarakat berlangsung aman, nyaman, dan damai.

Malam itu, di antara cahaya lampion dan gemuruh tepuk tangan, Batam kembali menegaskan jati dirinya. Sebuah kota dengan beragam wajah budaya, yang merayakan perbedaan bukan sebagai sekat, melainkan sebagai kekuatan untuk tumbuh bersama. (*/uly)

spot_img
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER