BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Upaya mendukung percepatan pengembangan talenta digital Indonesia, NVIDIA memperkenalkan GeForce Press Briefing NVIDIA GeForce RTX 50 Series & Holiday Campaign di Hall/Auditorium Politeknik Negeri Batam, Kamis (8/1/2025).
Digelar bersamaan dengan agenda student workshop, sebagai bentuk kolaborasi nyata antara industri teknologi global dan dunia pendidikan tinggi. Diskusi berfokus pada peran teknologi kecerdasan buatan (AI), komputasi, dan grafis lanjutan dalam membentuk kompetensi talenta digital masa depan.
Adapun pembicaranya, Country Consumer Business Lead Indonesia NVIDIA, Adrian Lesmono, Head Informatics Engineering Departement, Ahmad Hamim Thohari, S. S.T., M.T dan Secretary Of The Department Of Informatics Engineering Polibatam – Al Enthusiasts, Miratul Khusna Mufida.
Country Consumer Business Lead Indonesia NVIDIA, Adrian Lesmono mengatakan sejalan dengan arahan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang menekankan pentingnya pengembangan SDM unggul di bidang AI dan teknologi digital lanjutan, NVIDIA mendorong sinergi yang lebih erat antara industri dan perguruan tinggi.
Melalui pendekatan praktis dan aplikatif, NVIDIA memperkenalkan bagaimana teknologi AI termasuk ekosistem GeForce RTX 50 Series dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pembelajaran, riset, hingga inovasi di lingkungan kampus.
“Tak hanya sebagai alat komputasi, teknologi NVIDIA juga diposisikan sebagai enabler bagi lahirnya generasi kreator, peneliti, dan inovator yang mampu menghasilkan karya kreatif serta solusi terapan sesuai kebutuhan industri di era ekonomi digital,” katanya.
Melalui kegiatan ini, ia berharap civitas akademika dapat memahami potensi AI secara lebih nyata dan aplikatif, sekaligus memperkuat peran kampus dalam menjawab kebutuhan talenta digital nasional di tengah pesatnya perkembangan teknologi berbasis AI.
Ia juga tampak mengunjungi beberapa komputer dan laptop sembari menunjukkan kecanggihan disetiap produknya.
Ditempat yang sama, Secretary Of The Department Of Informatics Engineering Polibatam – Al Enthusiasts, Miratul Khusna Mufida mengatakan di era saat ini AI bisa menjadi pendamping dan mempermudah dunia akademisi. Sehingga mahasiswa juga bisa semakin mudah dalam mengerjakan tugasnya.

“Literasi AI itu penting jadi, jika kita menggunakannya sebagaimana mestinya, AI bisa memudahkan kita dalam melakukan pekerjaan. Jadi bukan menjadi ancaman,” katanya.
Seperti diketahui CEO NVIDIA Jensen Huang memperkenalkan AI Supercomputer baru bernama Project Digits. Ini merupakan entry level komputer berbasis AI seharga 3.000 dolar AS atau sekitar Rp 48,5 juta. Komputer ini ditenagai oleh chip GB10 Grace Blackwell bersamaan dengan 128 GB unified memory serta memori internal sebesar 4 TB.
Komputer ini bisa jadi alternatif untuk pengembangan infrastruktur AI cloud-based. Dilansir Forbes, perangkat ini menjadi varian baru penunjang teknologi data center NVIDIA.
Project Digits merupakan opsi bagi ekosistem pengembang yang mencari konfigurasi single GPU dan mampu meng-handle model AI hingga 200 miliar parameter di sektor language processing serta computer vision.
Selain memperkenalkan Project Digits, Jensen juga memperkenalkan GPU kelas ‘dewa’ terbaru yakni GeForce RTX 50 Series.
GPU ini didukung arsitektur NVIDIA Blackwell serta mampu memberikan frame rate di atas 200 fps saat dipakai memainkan game. RTX 50 Series mampu mempercepat frame rate hingga 8 kali menggunakan teknokogi DLSS 4 Multi Frame Generation GPU baru NVIDIA ini mampu mengurangi latensi hingga 75 persen dan memiliki teknologi RTX Neural Shaders.
Pada GPU ini, NVIDIA menjalankan neural rendering dengan cara mengintegrasikan jaringan neural ke dalam proses rendering grafis. Sistem ini memberikan peningkatan signifikan dalam hal kinerja hingga kualitas gambar dalam sebuah device.
DLSS telah berkembang hingga ke titik di mana ia dapat menghasilkan seluruh frame dan memahami komposisi suatu pemandangan termasuk shadow, reflection, dan occultion untuk menghasilkan gambar yang lebih baik daripada native rendering.
DLSS 4 dan Multi Frame Generation (mampu) melipatgandakan frame rate hingga 8 kali lipat dibandingkan brute-force rendering tradisional dan memberikan kualitas gambar yang lebih baik daripada native rendering. GPU ini dirancang dengan arsitektur Blackwell yang memiliki 92 miliar transistor.
Blackwell juga dilengkapi dengan RT Cores baru yang dirancang untuk melakukan ray trace pada sejumlah besar geometri terperinci.
GPU berbasis Blackwell mendukung koneksi PCIe Gen5 DisplayPort 2.1b UHBR20. Ini artinya, pengguna dapat menjalankan tampilan layar hingga 8K 165 Hz.
Salah satu varian yakni RTX 5090 diklaim 2 kali lebih cepat dari GPU pendahulunya RTX 4090. GPU ini memiliki memori GDDR7 32 GB, total bandwidth memori 1792 GB/s, 21.760 CUDA core, 680 Tensor generasi ke-5, dan 170 Ray Tracing core generasi ke-4.
Saat memainkan game Cyberpunk 2077, Alan Wake 2, dan Black Myth: Wukong, pengguna bisa bermain dengan setting-an 4K 240Hz/fps dengan mode ray tracing selalu aktif. Selain itu, dalam aplikasi AI Generatif, RTX 5090 mampu memproses gambar 2x lebih cepat dengan separuh penggunaan memori menggunakan fitur FP4 dibandingkan pakai FP16 di GeForce RTX 4090.
GeForce RTX 5090 dijual dengan harga global 1.999 dolar AS. GPU RTX 5080 dijual di harga 999 dolar AS. GeForce RTX 5090 dan GeForce RTX 5080 akan hadir di pasaran tanggal 30 Januari mendatang.
GeForce RTX 5070 Ti dijual dengan harga global di 749 dolar AS, sementara GeForce RTX 5070 dibanderol di harga mulai 549 dolar AS dan akan tersedia mulai bulan Februari. (uly)







