Thursday, April 16, 2026
HomeBatamBea Cukai Batam Waspadai Joki Balpres Berkedok Penumpang

Bea Cukai Batam Waspadai Joki Balpres Berkedok Penumpang

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Bea Cukai Batam mengungkap adanya modus baru penyelundupan barang bekas ilegal atau balpres yang kini menjadi perhatian khusus sepanjang tahun 2025.

Modus tersebut tidak lagi hanya memanfaatkan jalur laut secara konvensional, tetapi juga menggunakan koper dan melibatkan ratusan unit dalam satu kali pengiriman.

Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia, mengatakan balpres yang sebelumnya lebih banyak diselundupkan melalui jalur laut, kini mulai dibawa sebagai barang bawaan penumpang.

“Modus baru yang menjadi perhatian khusus Bea Cukai Batam adalah balpres. Kalau sebelumnya lewat laut, di tahun 2025 ini sudah menggunakan ratusan dan dibawa menggunakan koper,” ujar Evi saat Media Gathering, Rabu (17/12/2025).

Selain itu, Bea Cukai Batam juga menemukan praktik joki balpres, yakni orang-orang yang sengaja diberangkatkan dengan iming-iming uang untuk membawa barang ilegal tersebut.

“Mereka berangkat dengan diiming-imingi uang. Ini yang kami sampaikan kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam kegiatan ilegal,” tegasnya.

Dalam hal pengawasan, Evi menegaskan efektivitas pengawasan jalur laut masih sangat kuat, mengingat armada kapal patroli Bea Cukai Batam lebih banyak dibandingkan instansi lainnya. Penindakan di laut pun masih mendominasi.

BACA JUGA:   Hadir di Acara Manakib Kubra, Jefridin Ajak Jemaah Doakan Keberlanjutan Pembangunan Batam

“Efektivitas pengawasan jalur laut sangat tinggi. Jumlah kapal Bea Cukai lebih banyak dari instansi lain dan penindakan di laut juga banyak. Dari total 2.148 penindakan, sebagian besar dilakukan di jalur laut,” jelasnya.

Meski demikian, modus baru balpres ini memerlukan upaya ekstra dalam pendeteksian karena kerap memanfaatkan celah pada pemeriksaan penumpang. Bea Cukai Batam melakukan pemetaan dan profiling terhadap penumpang untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran.

“Modusnya barang bawaan penumpang atau barang yang dititipkan ke porter. Kalau ada yang membawa, kami lihat profilnya. Kalau ada pendalaman, tentu akan kami periksa,” kata Evi.

Ia menegaskan tidak semua penumpang bisa diperiksa secara menyeluruh. Namun, pemeriksaan dilakukan secara selektif berdasarkan indikasi tertentu.

“Tidak bisa semua penumpang diperiksa. Tapi pemeriksaan kami lakukan, misalnya yang berangkat perempuan tapi barangnya laki-laki, atau dari ukuran barangnya kami cek. Apakah itu barang pribadi atau barang dagangan,” katanya.

Bea Cukai Batam terus mengimbau masyarakat agar tidak tergiur menjadi bagian dari jaringan penyelundupan, karena selain melanggar hukum, praktik tersebut juga merugikan negara dan mengganggu iklim usaha yang sehat.

BACA JUGA:   Dari 45 DPRD Kepri Terpilih yang Dilantik Hanya 43 Orang, Ini Sebabnya
spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER