Sunday, April 19, 2026
HomeBatamJangan Tunggu Sakit! BPJS Minta Peserta Lakukan Skrining Setahun Sekali

Jangan Tunggu Sakit! BPJS Minta Peserta Lakukan Skrining Setahun Sekali

BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Gaya hidup yang modern yang kurang sehat, pola makan tidak seimbang, kurang aktivitas fisik dan stress berkontribusi besar dalam peningkatan penyakit kronis, hal ini juga tentu akan semakin meningkatkan biaya pelayanan kesehatan.

Untuk mencegah hal tersebut, BPJS Kesehatan mengajak agar seluruh masyarakat menjaga kesehatan serta melakukan skrining kesehatan untuk mendeteksi risiko penyakit agar dapat dikendalikan sejak dini.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Harry Nurdiansyah mengatakan Skrining Riwayat Kesehatan (SRK) merupakan bagian penting dari program jaminan kesehatan nasional (JKN). Warga yang berobat menggunakan JKN diminta untuk melakukan SRK terlebih dahulu sebagai bagian dari upaya preventif.

Ia melanjutkan peserta wajib melakukan SRK sebelum mengakses layanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) baik di puskesmas, klinik, maupun praktik dokter mandiri selama setahun sekali.

“Jadi isilah misalnya ketika awal tahun. Atau waktu kita lagi kondisi sehat. Jangan diisi pas kita lagi sakit atau lagi di FKTP,” ujar Harry.

SRK dapat dilakukan dengan mudah melalui aplikasi Mobile JKN, situs web BPJS Kesehatan, layanan WhatsApp PANDAWA, atau dibantu petugas di puskesmas, klinik, atau  praktik dokter mandiri.

BACA JUGA:   Atasi Lonjakan Penumpang, Bandara Hang Nadim Tambah Dua X-Ray Jelang Lebaran

Ia menekankan, SRK bukan sekadar administrasi, tetapi sarana untuk membangun kesadaran masyarakat menjaga pola hidup sehat.

“Program JKN tidak hanya menyembuhkan yang sakit, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih sehat sejak awal. Budaya promotif dan preventif harus didorong dengan upaya kolaborasi peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan,” kata Harry, Kamis (4/12/2025) dalam Media Gathering.

Sebagai salah satu manfaat promotif dan preventif JKN, SRK bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini. Peserta cukup mengisi pertanyaan seputar riwayat penyakit, keluarga, dan gaya hidup, minimal satu kali setiap tahun.

Melalui SRK, peserta akan mendapatkan manfaat berupa layanan yang lebih cepat, pemahaman lebih baik terhadap kondisi kesehatan, serta pencegahan risiko penyakit sejak dini.

Sementara bagi fasilitas kesehatan, SRK membantu dalam pemetaan penyakit, menentukan tata laksana medis yang lebih tepat, dan meminimalkan risiko komplikasi.

Sejumlah penyakit dapat terdeteksi sejak dini melalui SRK, di antaranya diabetes, hipertensi, strok, penyakit jantung iskemik, kanker, anemia remaja putri, tuberkulosis (TBC), PPOK, hepatitis B dan C, hingga talasemia. Pada 2024, lebih dari 45 juta peserta JKN telah melakukan skrining kesehatan, dan hasilnya membantu FKTP melakukan intervensi lebih cepat untuk mencegah komplikasi.

BACA JUGA:   Seragam Gratis SD - SMP di Batam Ditargetkan Dibagikan Agustus 2025

Hal ini bukan berarti biaya pelayanan kesehatan akan turun, justru berpotensi meningkat karena orang yang terdiagnosa sakit bisa lebih banyak tahu asal sakitnya.

Tapi kenapa hal ini tetap dilakukan, agar masyarakat bisa mengetahui dan mencegah lebih awal dan tidak jatuh di kondisi penyakit yang sudah berat.

spot_img
spot_img
BERITA TERKAIT
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

BERITA POPULER