BATAMSTRAITS.COM, BATAM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) terus mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur 3T yang akan mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Hingga saat ini, sekitar 30–40 persen dari total 126 dapur yang ditetapkan dalam SK pertama telah memasuki tahap pembangunan.
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan proses awal pembangunan menjadi tahap yang paling memakan waktu karena melibatkan pencarian dan penetapan lokasi lahan.
“Biasanya butuh satu sampai dua minggu untuk memastikan lahannya,” ujar Nyanyang saat berada di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Senin (17/11/2025).
Diakuinya setelah lahan ditetapkan, pemerintah perlu menyiapkan koordinasi dengan kelurahan/desa serta memastikan ketersediaan tenaga masak dan transportasi logistik.
“Pembebasan lahan sudah selesai semua. Yang cukup lama itu persiapan logistiknya, seperti siapa yang masak dan bagaimana transportasinya. Tapi sekarang pembangunan sudah berjalan,” katanya.
Beberapa dapur di pulau-pulau kecil sudah menunjukkan progres signifikan. Di Pulau Geranting dan Pulau Terung (Batam), 1–2 dapur sudah rampung. Percepatan juga terlihat di Natuna, Bintan, dan Anambas, yang ditargetkan selesai dalam satu hingga dua pekan mendatang.
Sementara itu, Kepala Regional SPPG Kepri, Anindita Ayu, merinci distribusi dapur 3T berdasarkan SK pertama dan usulan tambahan melalui SK kedua. Total 130 dapur diajukan dalam program ini, yakni:
Natuna: 14 dapur
Anambas: 20 dapur
Batam: 30 dapur
Tanjungpinang: 1 dapur
Bintan: 9 dapur
Lingga: 41 dapur
Karimun: 15 dapur
Ia menegaskan bahwa jumlah tersebut mencakup seluruh dapur yang menjadi target penyediaan layanan gizi di wilayah terluar Kepri.
Dengan progres pembangunan yang kini berjalan di berbagai titik, Pemprov Kepri optimistis dapur MBG dapat segera beroperasi dan melayani penerima manfaat di wilayah kepulauan. (uly)










